Wednesday, October 21, 2009

buah hati

Mendengar berita kehamilan seseorang setelah belasan tahun menanti benar - benar membuat saya terharu. Walaupun tidak kenal secara personal dengan beliau tapi saya dapat membayangkan kebahagiaan luar biasa yang beliau dan keluarganya alami dengan hadir nya calon buah hati yang sudah sangat dinanti.

Selang satu hari, berita yang sama pun datang dari akhwat yang lain. Masih seputar kehamilan, hanya bedanya kehamilan ini kehamilan yang kedua.

Kalau berita kehamilan yang pertama disampaikan dengan penuh suka cita, berita kehamilan dari akhwat yang kedua justru disampaikan dengan ekspresi muram. Akhwat yang kedua ini ternyata usia kandungannya sudah lima bulan, padahal anak yang pertama usianya belum genap 8 bulan. Penghasilan suami yang tidak tetap dan kondisi keluarga yang belum sepenuhnya memungkinkan membuat kehadiran calon buah hati yang kedua ini tidak disambut dengan penuh suka cita.

Bahkan beberapa sahabat dan keluarga yang mendengar berita ini justru mengiringinya dengan istighfar. Terlalu cepat.. itu kata mereka..

Kita tidak akan pernah tau bagaimana Allah mendesain jalan kehidupan kita. Kalau saja kita punya kuasa, mungkin kita berpikir seharusnya akhwat yang pertama hamil dari dulu dan akhwat yang kedua hamil nya nanti kalau sudah merasa siap.

Tapi apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang tidak baik menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Apa yang kita pikir sudah saatnya tiba, tidak pernah datang kepada kita jika Allah belum menghendakinya. Dan apa yang sudah Allah tentukan untuk kita, walaupun seluruh penghuni bumi berusaha menghalanginya, tidak akan mampu jika Allah sudah menghendakinya.

Kita juga terlalu kecil untuk memahami alasan dibalik setiap ketentuan Allah untuk kita. Tapi kita tahu bahwa Allah tidak akan pernah dzhalim terhadap hamba-Nya. Dan keyakinan itu yang membuat kita percaya bahwa apapun yang Allah tentukan untuk kita, pastilah yang terbaik untuk kita.

Ya Allah, semoga kita selalu diberi keteguhan dan kelapangan hati untuk berbaik sangka terhadap semua ketentuan Allah...

Thursday, March 05, 2009

alhamdulillah...

Satu - satunya tanggal yang saya inget di bulan maret 2009 cuma tanggal 6. Karena tanggal 6 itu adalah the most important date of the month.

Untuk pertama kalinya dipercaya menyelenggarakan sebuah event yang cukup besar di kantor: Grant Ceremony and Seminar on Research Funding. Sebenarnya ini bukan kali pertama diminta jadi panitia seminar. Sudah beberapa kali, baik sejak di kampus maupun sejak bekerja di kantor ini. Tapi, ini kali pertama as a coordinator, dan event nya cukup besar karena akan dihadiri oleh mentri.

Beda banget jadi panitia seminar waktu kuliah dengan jadi panitia seminar kali ini, bedanya antara lain:

1. Jaman kuliah, kita musti jungkir balik cari dana kalau mau menyelenggarakan seminar. Udah ga aneh deh kalau selesai seminar trus kas jadi minus, atau biar ga minus yah merogoh kantong sendiri dan mengorbankan uang makan. Tapi kalau seminar kali ini, kita dikasih dana hampir 100 juta malah ga tau mau dipake untuk apa..he..he.. Ternyata menghabiskan uang itu ngga gampang juga

2. Walaupun dana seminar yang seret banget, tapi dulu kita jarang dipaksa untuk menyusun laporan pemasukan pengeluaran secara rinci. Kadang - kadang, pertanggungjawaban keuangan malah cukup antara kita dan Allah saja. Tapi kalau seminar kayak kemarin, walaupun uangnya banyak, ribetnya minta ampun. Harus ada pagu belanja barang, belanja jasa, belanja honor. Harus ada invoice, purchase order, faktur pajak, npwp.. pokonya sussying dah... Mau beli bolpen harga 3 ribu aja bon nya harus rangkap 3

3. Seminar dengan dana sponsor yang besar sebenarnya menuntut kita untuk bekerja lebih profesional. Dari mulai perencanaan, undangan, setting tempat, sampe baju yang kita pakai pun harus profesional

4. Mendatangkan pejabat ternyata membutuhkan protokoler yang ribeeett banget. Itu yang kayanya pertama kali dialami di seminar ini.

Alhamdulillah.. belajar banyak banget dari seminar kali ini. Jauh lebih banyak dari pelajaran yang diperoleh dalam penyelenggaran sebelumnya. Dan Alhamdulillah juga kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Walopun sebelumnya hampir ga bisa tidur 2 malem berturut - turut..

Monday, February 09, 2009

Mahasiswa ITB Meninggal dlm Kegiatan Ospek

Mahasiswa ITB yang Meninggal dari Jurusan Geodesi Angkatan 2007
Senin, 09 Februari 2009 | 12:28 WIB


TEMPO Interaktif, Bandung: Mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang meninggal berasal dari jurusan Geodesi angkatan 2007. Ia, Wiyanto Wisnugroho, 22 tahun, sedang mengikuti kegiatan pelantikan Ikatan Mahasiswa Geodesi di Pagerwangi, Lembang, Bandung, pada Minggu (8/2) dini hari.

Laporan sebelumnya menyatakan mahasiswa itu bernama Dwi Yanto dan sedang mengikuti program semacam ploncoan yang sekarang lebih lazim disebut Ospek.

Kabar meninggalkan mahasiwa dalam acara ini muncul sejak Minggu (8/2) malam. Beberapa aktivis Himpunan Mahasiswa Geodesi hanya membenarkan adanya peristiwa itu, namun menolak merinci kronologi dan menyebut penyebab kematian Wiyanto.


Menurut Kepala Kepolisian Resor Cimahi, Ajun Komisari Besar Purwolelono, kegiatan mahasiswa tersebut ilegal karena tidak meminta izin pihaknya, meski para mahasiswa itu meminta izin ke Kepala Desa Pagerwangi untuk kegiatan Sabtu-Minggu itu.

(end of quote)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penyebab kematian mahasiswa tersebut memang masih dalam penyelidikan. Kejelasan apakah terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut juga masih dalam penyelidikan. Namun terlepas dari itu, kegiatan ospek kembali menuai kontroversi dari masyarakat.

Jadi, perlu atau tidak perlu ada kegiatan pengenalan kampus seperti ini ?

Thursday, February 05, 2009

virus ..virus.. viruuuuusssssss

Udah bbrp minggu ini hampir semua komputer di kantor kena virus. Virus downadup, nyebar lewat jaringan LAN. Berhubung semua komputer terkoneksi lewat LAN, jadi kalau kita buka jaringan orang, pasti virus disitu masuk deh ke komputer..

Sampe hari ini udah 5 komputer tidak terselamatkan dan akhirnya harus diformat. Komputer saya termasuk yang masih bisa "bertahan". Tapi hari ini.. belom ilang tuh downadup, masuk lagi virus baru.

Pagi - pagi dapet kiriman virus dari flashdisk orang, sehingga masuk lah virus tanaotos. Trus aga siang, dapet lagi hadian virus dari email, virus conficker...

Aaaaaaaaaaaaaahhh.. kenapa sih di dunia ini ada orang nyiptain virus

Monday, January 05, 2009

tips buat para istri yang suaminya berkacamata

Tips untuk para istri yang suaminya berkacamata minus :

Ketika kita berada di dekatnya, cobalah untuk selalu menyembunyikan kacamatanya sehingga dia memandang kita tanpa kacamata. Dengan begitu dia tidak akan melihat kerutan - kerutan halus di wajah kita yang mulai menua. Baginya, kita adalah wanita yang sama yang dia nikahi bertahun - tahun yang lalu.

Bahkan badan kita yang mulai melebar pun, dalam pandangan suami bisa disamarkan dengan cara menyembunyikan kacamatanya nya.

he..he..he..he..

Tuesday, December 30, 2008

salah lagi.. salah lagi..

People make mistakes.. begitu katanya..

Setiap orang memang pasti pernah melakukan kesalahan karena tidak ada manusia yang sempurna. Mulai dari kesalahan kecil, sampai kesalahan yang fatal dan berdampak signifikan terhadap kehidupan kita selanjutnya. Baik kesalahan yang hanya dirasakan sendiri akibatnya maupun kesalahan yang dapat merugikan orang banyak.

Bagaimana ketika kita melakukan kesalahan yang sebenarnya sepele, tapi ternyata merugikan orang banyak. Duh ya Allah, rasanya ga enak banget. Ada perasaan bersalah yang luar biasa. Feeling so guilty, and also feeling so silly. Kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau kita lebih teliti dan hati - hati dalam mengerjakan sesuatu.

Lantas bagaimana ketika kita melakukan kesalahan yang sepele juga, dan dampaknya pun sebenarnya tidak terlalu dramatis, kesalahan yang mudah diperbaiki dalam waktu singkat, tapi kemudian kesalahan itu menyangkut seseorang dan orang itu memposisikan kita dalam posisi yang benar - benar "bersalah". Seolah - olah kita luar biasa bodohnya, luar biasa cerobohnya, bahkan tegurannya pun kemudian merembet ke hal - hal yang lain.

Dia mulai mengungkit - ungkit kesalahan lama, mulai menyinggung hal - hal yang pribadi, atau bahkan memvonis kita tanpa mendengar penjelasan duduk perkaranya terlebih dahulu. Nah, yang itu juga sama ga enak nya.

Kalau boleh memilih, pastinya kita memilih agar bisa selalu benar dalam kehidupan kita. Benar dalam sikap, benar dalam perkataan, benar dalam pekerjaan, benar dalam mengambil keputusan, pokonya hidup indah, sempurna tanpa cela.

Sayangnya, kita tidak bisa memilih...

Thursday, November 20, 2008

baby blues

Pagi ini saya sempat tertegun sekitar hampir setengah jam, melihat liputan eksklusif di TV One tentang pembunuhan seorang bayi berumur 3 bulan oleh ibu nya sendiri.

Menurut suami dari ibu yang menjadi tersangka pembunuhan tersebut, istrinya mengalami baby blues yang berkepanjangan semenjak kelahiran anak pertama mereka. Istrinya sering cemas karena merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak nya. Dalam buku hariannya dia menulis betapa cemas nya dia karena tidak bisa membuat susu untuk anaknya dengan baik. Tidak bisa menyusui dengan baik. Tidak bisa membuat anak nya merasa tenang ketika menangis. Dan kesalahan - kesalahan lain yang membuat dia merasa tidak mampu merawat anaknya dengan baik. Kecemasan - kecemasan ini terus terakumulasi sampai akhirnya dia membunuh anaknya sendiri dalam keadaan setengah sadar.

Baby blues normalnya dialami wanita yang baru melahirkan maksimum selama 2 minggu sejak prosesi kelahiran. Gejalanya antara lain, perasaan cemas, mudah terpancing emosi, sering berhalusinasi, dan sedikit menarik diri atau menutupi diri. Menurut psikolog yang diundang dalam acara tersebut, baby blues yang berkepanjangan cenderung mengarah kepada kondisi depresi atau yang sering disebut sebagai syndrom pasca kelahiran.

Banyak faktor yang dapat memicu wanita yang baru melahirkan untuk mengalami baby blues. Pencegahan pertama yang paling efektif adalah dengan berbagi. Berbagi kecemasan yang dialami, berbagi kekhawatiran, berbagi tekanan yang dirasakan, juga berbagi perasaan - perasaan yang dialami. Dan orang - orang terdekat harus peka terhadap gejala - gejala baby blues yang kemungkinan dialami orang di sekitarnya.

Terus terang, dulu saya sering merasa risih kalau ada orang yang baru melahirkan, kemudian yang dia ceritakan tidak jauh dari seputar cerita - cerita anaknya. Bukan merasa iri karena belum dikaruniai anak. Tapi karena menurut saya, beberapa ibu seringkali bersikap berlebihan. Tidak semua orang tentu tertarik dengan ceritanya mengenai menjadi seorang ibu. Saya sempat berfikir, kalau mau berbagi, yah berbagi saja dengan orang yang kira - kira mau dibagi

Tapi ternyata saya salah. Melahirkan adalah suatu fase kehidupan yang memberikan dampak yang luar biasa bagi seorang wanita. Baik dampak fisik maupun psikologis. Baik dampak yang secara pribadi dia alami sendiri maupun dampak yang mempengaruhi kehidupan sosialnya. Dampak ini seringkali memberikan tekanan yang luar biasa pada kondisi kejiwaan seorang ibu. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan bercerita.

Jadi.. wahai para ibu.. berceritalah tentang suka duka mu.. jika itu bisa meringankan beban dihatimu..