Tuesday, March 12, 2013
Tameng
Jika semua kata dan sikap itu diibaratkan panah, maka yang harus kita lakukan adalah menciptakan tameng. Untuk mencegah panah itu agar tidak menusuk tubuh kita, menyayat hati kita.
It's easy to say, but not that easy to do..
Monday, March 11, 2013
Bahagia
Wednesday, March 06, 2013
Kesepian
Tapi....
Kalau kita melihat tatapannya, mendengar ceritanya, maka kita akan tau betapa kesepiannya dia ...
Kasian kan?
Halo blogspot....
Setelah hibernasi sejak 2009an, pindah ke MP, trus maen ke FB Notes, skrg hijrah lagi ke sini.
Ternyata udah keren yaaa.... ^__^
Te O Pe Be Ge Te deh google :p
Monday, July 30, 2012
Ya Allah Beri Aku Satu Saja
Sedih karena perhatian dan kasih sayang neng rela yang bikin tambah kangen. Sedih juga karena berasa kembali diingatkan untuk urusan yang satu itu.
(sedikit) Ga sadar, sudah menjelang tujuh tahun menanti. Terus terang selama lebih dari satu tahun ini (sedikit) terlupakan untuk masalah itu. Mungkin karena aktivitas pekerjaan yang cukup menyita waktu, ditambah lagi dengan aktivitas baru yaitu kuliah yang sangat menyita energi. Mungkin juga karena selama rentang waktu ini, berusaha untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan menyiapkan mental sebelum kembali memasuki “medan” perjuangan itu.
Sudah enam tahun lebih, seingat saya sudah 7 dokter (mungkin lebih) yang menangani. Mulai dari yang sangat ekstrim memvonis bahwa saya tidak akan bisa punya keturunan, sampai yang sangat optimis bahwa saya dan suami tidak memiliki masalah yang berarti untuk memiliki keturunan.
Dalam salah satu buku pernah dikatakan bahwa usaha memiliki keturunan itu seperti riding a roller coaster. Setiap usaha baru membawa kami melambung tinggi dengan sekian banyak harapan, dan setiap kegagalan setelahnya serasa membuat terhempas jauh lebih dalam dari sebelumnya. Selama lebih dari satu tahun ini mungkin secara tidak langsung saya sedang melarikan diri, menghidar dari perasaan sedih dan kecewa. Tidak mau berusaha karena takut gagal.
Tapi buku itu mengingatkan kembali, bahwa usia tidak bertambah muda. Setiap usaha bagaikan anak tangga yang membawa kami naik lebih dekat menuju apa yang dicita-citakan. Bahwa Allah bukannya tidak mendengar do’a-do’a selama ini, tapi Allah menunda dan menggantikannya dengan nikmat-nikmat lain yang dilimpahkan kepada kami selama ini. Bahwa perasaan sedih dan kecewa itu fitrah manusia, meski hanya boleh dirasa untuk sementara saja. Dan bahwa sesedih apapun yang dirasa, selalu ada Allah dan orang-orang tercinta yang menjadi pelipur lara..
Terima kasih buat ka esa dan neng rela, dua orang yang selalu menyemangati bahkan di saat2 tidak semangat
Berjuta cinta untuk aa suami tersayang atas kasih sayang dan kebaikan yang sulit untuk diwakili dengan kata-kata
Dan untuk teman-teman yang juga sedang berjuang, semoga Allah memberikan balasan yang terindah untuk setiap perjuangannya.. ayo semangat :)
Wednesday, October 21, 2009
buah hati
Mendengar berita kehamilan seseorang setelah belasan tahun menanti benar - benar membuat saya terharu. Walaupun tidak kenal secara personal dengan beliau tapi saya dapat membayangkan kebahagiaan luar biasa yang beliau dan keluarganya alami dengan hadir nya calon buah hati yang sudah sangat dinanti.
Selang satu hari, berita yang sama pun datang dari akhwat yang lain. Masih seputar kehamilan, hanya bedanya kehamilan ini kehamilan yang kedua.
Kalau berita kehamilan yang pertama disampaikan dengan penuh suka cita, berita kehamilan dari akhwat yang kedua justru disampaikan dengan ekspresi muram. Akhwat yang kedua ini ternyata usia kandungannya sudah lima bulan, padahal anak yang pertama usianya belum genap 8 bulan. Penghasilan suami yang tidak tetap dan kondisi keluarga yang belum sepenuhnya memungkinkan membuat kehadiran calon buah hati yang kedua ini tidak disambut dengan penuh suka cita.
Bahkan beberapa sahabat dan keluarga yang mendengar berita ini justru mengiringinya dengan istighfar. Terlalu cepat.. itu kata mereka..
Kita tidak akan pernah tau bagaimana Allah mendesain jalan kehidupan kita. Kalau saja kita punya kuasa, mungkin kita berpikir seharusnya akhwat yang pertama hamil dari dulu dan akhwat yang kedua hamil nya nanti kalau sudah merasa siap.
Tapi apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang tidak baik menurut kita, belum tentu buruk menurut Allah. Apa yang kita pikir sudah saatnya tiba, tidak pernah datang kepada kita jika Allah belum menghendakinya. Dan apa yang sudah Allah tentukan untuk kita, walaupun seluruh penghuni bumi berusaha menghalanginya, tidak akan mampu jika Allah sudah menghendakinya.
Kita juga terlalu kecil untuk memahami alasan dibalik setiap ketentuan Allah untuk kita. Tapi kita tahu bahwa Allah tidak akan pernah dzhalim terhadap hamba-Nya. Dan keyakinan itu yang membuat kita percaya bahwa apapun yang Allah tentukan untuk kita, pastilah yang terbaik untuk kita.
Ya Allah, semoga kita selalu diberi keteguhan dan kelapangan hati untuk berbaik sangka terhadap semua ketentuan Allah...
Thursday, March 05, 2009
alhamdulillah...
Satu - satunya tanggal yang saya inget di bulan maret 2009 cuma tanggal 6. Karena tanggal 6 itu adalah the most important date of the month.
Untuk pertama kalinya dipercaya menyelenggarakan sebuah event yang cukup besar di kantor: Grant Ceremony and Seminar on Research Funding. Sebenarnya ini bukan kali pertama diminta jadi panitia seminar. Sudah beberapa kali, baik sejak di kampus maupun sejak bekerja di kantor ini. Tapi, ini kali pertama as a coordinator, dan event nya cukup besar karena akan dihadiri oleh mentri.
Beda banget jadi panitia seminar waktu kuliah dengan jadi panitia seminar kali ini, bedanya antara lain:
1. Jaman kuliah, kita musti jungkir balik cari dana kalau mau menyelenggarakan seminar. Udah ga aneh deh kalau selesai seminar trus kas jadi minus, atau biar ga minus yah merogoh kantong sendiri dan mengorbankan uang makan. Tapi kalau seminar kali ini, kita dikasih dana hampir 100 juta malah ga tau mau dipake untuk apa..he..he.. Ternyata menghabiskan uang itu ngga gampang juga
2. Walaupun dana seminar yang seret banget, tapi dulu kita jarang dipaksa untuk menyusun laporan pemasukan pengeluaran secara rinci. Kadang - kadang, pertanggungjawaban keuangan malah cukup antara kita dan Allah saja. Tapi kalau seminar kayak kemarin, walaupun uangnya banyak, ribetnya minta ampun. Harus ada pagu belanja barang, belanja jasa, belanja honor. Harus ada invoice, purchase order, faktur pajak, npwp.. pokonya sussying dah... Mau beli bolpen harga 3 ribu aja bon nya harus rangkap 3
3. Seminar dengan dana sponsor yang besar sebenarnya menuntut kita untuk bekerja lebih profesional. Dari mulai perencanaan, undangan, setting tempat, sampe baju yang kita pakai pun harus profesional
4. Mendatangkan pejabat ternyata membutuhkan protokoler yang ribeeett banget. Itu yang kayanya pertama kali dialami di seminar ini.
Alhamdulillah.. belajar banyak banget dari seminar kali ini. Jauh lebih banyak dari pelajaran yang diperoleh dalam penyelenggaran sebelumnya. Dan Alhamdulillah juga kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Walopun sebelumnya hampir ga bisa tidur 2 malem berturut - turut..
