Setiap orang pasti pernah mengalamai masalah dalam kehidupan yang dijalani nya. Entah itu masalah yang kecil sampai masalah besar yang menguras energi dan kegembiraan hatinya.
Tapi, tidak ada masalah di dunia ini yang tidak ada solusinya, dan tidak ada masalah yang lebih besar dari kemampuan kita untuk mengatasinya. Semua ini hanyalah masalah waktu dan ketidaktahuan kita, karena jawaban atas semua masalah di dunia ini sebenarnya sudah ada. Baik itu tersampaikan melalui orang lain, atau melalui tulisan yang kita baca di buku - buku, ataupun melalui pengalaman - pengalaman yang pernah kita lalui dalam kehidupan kita. Jawaban dari permasalahan itulah yang harus kita temukan melalui proses belajar yang terus menerus sepanjang hidup kita.
Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya.
Dalam menghadapi masalah pandanglah ke dalam, ke dalam diri kita sendiri. Jadikan masalah yang kita hadapi sebagai saranan untuk introspeksi semua usaha dan ketawakalan kita selama ini.
Pandanglah keluar, bukan hanya kita sendiri yang menghadapi masalah dalam menjalani kehidupan. Setiap orang pun pasti mengalaminya. Karena itu merupakan bagian dari hidup dan proses pendewasaan dan perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
Pandanglah ke bawah, banyak sekali orang yang dihadapkan kepada masalah yang jauh lebih berat dari masalah yang kita hadapi. Sebagian dari mereka bersabar melihat bukti dari janji Rabb-nya bagi orang - orang yang bersabar. Sebagian lagi hanya menyerah pasrah pada ketidakmampuan dan ketidakmauan diri sehingga mereka justru terperosok ke jurang yang lebih dalam.
Pandanglah ke depan, bahwa perjalanan hidup kita masih panjang. Masih banyak hal yang harus dilakukan. Dan selalu ada harapan bagi orang - orang yang mau bangkit menyongsong hari esok yang lebih baik.
Pandanglah ke atas, perkuatlah keyakinan kita bahwa ketika kita menyerahkan segala urusan kita pada-Nya, maka kita telah bersandar pada sebuah kekuatan yang maha dahsyat yang mampu menjadikan apapun bahkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi sekalipun.
Apa yang sudah Allah tentukan untuk mu niscaya akan mendatangimu walaupun seluruh penduduk bumi ini bersatu padu untuk mencegahnya. Dan apa yang tidak Allah tentukan untukmu tidak akan pernah menimpamu walaupun seluruh penduduk bumi mengusahakannya.
Wallahua'lam...
~ Special for Yentri : rasanya sudah lama sekali kita tidak punya kesempatan untuk berbagi. Bahkan icon smiley di window YM pun ternyata tidak memudahkan kita untuk saling memberi. Ana uhibbuki fillah ukhti. Semoga dilimpahkan kesabaran oleh -Nya ~
Monday, January 31, 2005
Nasyid
Kehidupan bagaikan roda
Seribu zaman terus berputar
Namun satu tak akan pudar
Cahaya Allah tetap membahana
Majulah sahabat mulia
Berpisah bukan akhir segalanya
Lepas jiwa terbang, mengangkasa
Cita kita tetap satu jua..
Cita kita tetap satu jua..
Debu - debu dan darah suci
Saksi nan tak terbantahkan lagi
Gunung lembah, hutan dan samudra
Untuk Allah di atas segalanya
Bidadari nan bermata jeli
Menyongsong dengan wajah berseri
Sahabat, kami rela kau pergi
Jihad ini kan terus bersemi
Jalan ini tak kan pernah henti ....
~ Izzatul Islam ~
Saya lupa judul nasyid ini apa :)
Seribu zaman terus berputar
Namun satu tak akan pudar
Cahaya Allah tetap membahana
Majulah sahabat mulia
Berpisah bukan akhir segalanya
Lepas jiwa terbang, mengangkasa
Cita kita tetap satu jua..
Cita kita tetap satu jua..
Debu - debu dan darah suci
Saksi nan tak terbantahkan lagi
Gunung lembah, hutan dan samudra
Untuk Allah di atas segalanya
Bidadari nan bermata jeli
Menyongsong dengan wajah berseri
Sahabat, kami rela kau pergi
Jihad ini kan terus bersemi
Jalan ini tak kan pernah henti ....
~ Izzatul Islam ~
Saya lupa judul nasyid ini apa :)
Wednesday, January 26, 2005
Bloggers
Terhitung 2 bulan 2 hari semenjak blog ini dimuat. Ada kurang lebih 24 tulisan yang sudah "diproduksi" di blog ini, artinya kurang lebih dalam satu hari ada satu tulisan yang dimuat. Blog satu - satunya yang saya punya dan memang cara yang cukup efektif buat saya untuk mencurahkan kondisi emosional, lintasan - lintasan pemikiran, atau hikmah - hikmah yang layak untuk dipublikasikan. Dan sarana da'wah juga tentunya.
Tapi fenomena bloggers ini memang cukup menarik. Banyak sisi - sisi seseorang yang dapat kita ketahui dari tulisan - tulisannya. Kita juga bisa membaca kondisi emosional bahkan kondisi spiritual seseorang yang tercermin dalam tulisannya. Dan juga melihat kecenderungan - kecenderungan secara umum. Misalnya kecenderungan bahwa blog seorang perempuan biasanya didominasi oleh "curahan - curahan" hati nya atau hikmah - hikmah kejadian keseharian yang dialaminya. Dan blog para lelaki biasanya berisi muatan - muatan arus pemikiran dan kental dengan idealisme yang dipegangnya.
Apapun itu, yang jelas "kebiasaan baru" ini bukan hanya sekedar hobi atau iseng - iseng berhadiah buat saya dan saya yakin bukan juga buat saudara - saudara sesama muslim yang lain. Karena kita dibina dengan prinsip bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup ini harus ada nilai manfaatnya, tidak hanya bagi diri kita pribadi tapi juga manfaat secara sosial. Begitu juga dengan fenomena bloggers ini, secara pribadi memang banyak penelitian sudah membukti kan bahwa menulis itu secara fisik dan psikologis memang menyehatkan. Tapi tulisan - tulisan di blog ini juga tetap harus punya nilai manfaat secara sosial. Antara lain sarana untuk berda'wah tadi.
Dan salah seorang penulis pernah mengatakan bahwa kata - kata yang baik adalah mata air bagi kehidupan. Apapun yang saya tuliskan disini, semoga juga merupakan upaya untuk berbagi dengan yang lain. Karena kedermawanan tidak hanya diekspresikan dengan berbagi materi tapi juga berbagi kekayaan jiwa yang kita miliki.
Dulu saya merasa kurang nyaman jika banyak orang yang berkunjung ke blog ini dan membaca tulisan - tulisan "pribadi" di dalamnya. Tapi sekarang saya berharap agar orang - orang berdatangan ke blog ini, memetik hikmah yang bisa mereka dapatkan, meluaskan cakrawala pemahaman mereka dengan tulisan - tulisan di sini. Walaupun memang masih terlalu banyak kekurangan, tapi semoga Allah membantu saya untuk menyempurnakan kedermawanan dalam berbagi, dan semoga Allah menjaga saya dari perasaan - perasaan unggul, superior, atau sombong karena merasa telah berbagi.
Wallahua'lam bish shawab
~ Terhitung 63 hari semenjak pembuatan blog ini ~
Tapi fenomena bloggers ini memang cukup menarik. Banyak sisi - sisi seseorang yang dapat kita ketahui dari tulisan - tulisannya. Kita juga bisa membaca kondisi emosional bahkan kondisi spiritual seseorang yang tercermin dalam tulisannya. Dan juga melihat kecenderungan - kecenderungan secara umum. Misalnya kecenderungan bahwa blog seorang perempuan biasanya didominasi oleh "curahan - curahan" hati nya atau hikmah - hikmah kejadian keseharian yang dialaminya. Dan blog para lelaki biasanya berisi muatan - muatan arus pemikiran dan kental dengan idealisme yang dipegangnya.
Apapun itu, yang jelas "kebiasaan baru" ini bukan hanya sekedar hobi atau iseng - iseng berhadiah buat saya dan saya yakin bukan juga buat saudara - saudara sesama muslim yang lain. Karena kita dibina dengan prinsip bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup ini harus ada nilai manfaatnya, tidak hanya bagi diri kita pribadi tapi juga manfaat secara sosial. Begitu juga dengan fenomena bloggers ini, secara pribadi memang banyak penelitian sudah membukti kan bahwa menulis itu secara fisik dan psikologis memang menyehatkan. Tapi tulisan - tulisan di blog ini juga tetap harus punya nilai manfaat secara sosial. Antara lain sarana untuk berda'wah tadi.
Dan salah seorang penulis pernah mengatakan bahwa kata - kata yang baik adalah mata air bagi kehidupan. Apapun yang saya tuliskan disini, semoga juga merupakan upaya untuk berbagi dengan yang lain. Karena kedermawanan tidak hanya diekspresikan dengan berbagi materi tapi juga berbagi kekayaan jiwa yang kita miliki.
Dulu saya merasa kurang nyaman jika banyak orang yang berkunjung ke blog ini dan membaca tulisan - tulisan "pribadi" di dalamnya. Tapi sekarang saya berharap agar orang - orang berdatangan ke blog ini, memetik hikmah yang bisa mereka dapatkan, meluaskan cakrawala pemahaman mereka dengan tulisan - tulisan di sini. Walaupun memang masih terlalu banyak kekurangan, tapi semoga Allah membantu saya untuk menyempurnakan kedermawanan dalam berbagi, dan semoga Allah menjaga saya dari perasaan - perasaan unggul, superior, atau sombong karena merasa telah berbagi.
Wallahua'lam bish shawab
~ Terhitung 63 hari semenjak pembuatan blog ini ~
Sekuntum Edelweis Utk Aktivis Da'wah
"Aku ingin mundur dari wasilah dakwah ini, aku sudah tidak kuat lagi menunaikan amanah yang semakin menyesakkan dadaku, aku sudah tidak kuatlagi menelan kekecewaan demi kekecewaan, batas kesabaranku telah habis “,kalimat itulah yang terlontar dari lisan salah seorang saudaraku yangbiasanya terlihat tegar dan selalu mempersembahkan senyumnya setiap kalibersua denganku, tapi pagi itu seolah kesedihannya telah menghapus semualukisan senyum di wajahnya, seakan keputus asaan telah menyedot seluruhsemangat dan harapannya.
Untuk sejenak aku termenung, udara dingin yang sedari tadi membekap tubuhtak kurasa lagi. Ah....masih belum begitu lama, aku pun pernah berada padaposisi yang sama layaknya yang dialami saudaraku ini, saat itu pun begituputus pengharapanku hingga aku pun benar-benar sudah tidak kuat lagimenanggung amanah ini dan serperti dia aku pun ingin mengakhirinya dengancara keluar dari aktivitas ini. Aku melihat masalah yang dia hadapi punsepertinya sama denganku, kepingan – kepingan kekecewaan dan keletihanyang akhirnya menjadi puzzle raksasa bergambar kata Putus Asa.
Kelelahan adalah sebuah efek yang wajar dari aktivitas yang berulangulang, kontinu bahkan terkadang membosankankan. Keletihan adalah kenikmatan yang diberikan-Nya di sela-sela aktivitas kita karenakedatangannya membuat kita merasakan nikmatnya beristirahat, kedatangannyamembuat kita memperoleh kesempatan untuk menarik nafas panjang sebelumkita kembali berlaga, namun adalah keletihan yang meraja yang akanmembekap bara semangat, azam dan harapan, meredupkannya dan diam-diammemadamkannya.
Oleh karenanya ketika kita bermain-main dengan keletihan, maka seyogyanyakita menjaga agar keletihan itu tidak menjadi penjara untuk perjalanankita selanjutnya dan pada saat yang sama hendaknya kita selalu sadar akankeberadaann cawan-cawan yang berisi cairan energi yang senantiasadihidangkan untuk kita. Sumber kekuatan yang akan membuat kita untuk tidakbetah berkubang dalam lembah kefuturan, energi itu yakni keikhlasan danindahnya ukhuwah.Ketika kekecewaan dan keletihan bersemayam di dada maka menyadari kembalibahwa apa yang kita lakukan adalah sebuah usaha dan pengharapan besar kitauntuk menggapai rahmat dan ridho Alloh SWT, akan mengembalikan kekuatanuntuk bangkit.
Keikhlasan adalah tidak berbesar kepala saat pujianmengguyur , begitu pun tidak berputus asa bilamana cercaan menghujam danmenghimpit, adalah keikhlasan tidak bergantung pada makhluk yang biasanyamenjadi sumber kefuturan.Sebuah keikhlasan tidak mengenal kata lelah karena segala keluh kesahsenantiasa dititipkan pada angin yang membumbungkan doa dalam sujud-sujudpanjang kita.dan DIA senantiasa menyediakan “telinga-Nya” untuk kita.
Saat tubuh tidak lagi tegak, saat kaki mulai lemah, saat lisan mulai keluhuntuk menyuarakan kebenaran, maka pada saat yang sama ada saudara kitayang memapah, saudara yang akan menopang kaki yang telah rapuh, danmenggantikan kita untuk bersuara lebih lantang. Senyumnya bagai oase dalamkegersangan jiwa kita, perhatiannya adalah penentram kegundahan kita,tausyiahnya adalah semangat baru yang disematkan pada diri ini.Karena dialah kita yakin bahwa kita tidak sendirian.
Andaikan saja kitalayaknya sekuntum bunga edelweis yang terus mekar dalam kegersangan,terus mempersembahkan senyum dalam kesederhanaan dan kebersahajaannya,semangat abadi hidupnya dalam keterhimpitan. Ya... seperti halnya edelweis, tekad untuk memberikan sesuatu bagi kemaslahatan umat adalah ruh hidup itu sendiri sehingga ketika kita ingin keluar dari aktivitas yangmenjadi media untuk tumbuh dan hidupnya ruh itu maka kita telah menyiapkanprosesi HARAKIRI untuk jiwa ini.
Teruntuk saudara-saudaraku dalam sisa-sisa keletihannya ...Keep Istiqomah di Jalan Dakwah CintaNya..!!
~ Diambil dari millis Pilar Bangsa ~
Untuk sejenak aku termenung, udara dingin yang sedari tadi membekap tubuhtak kurasa lagi. Ah....masih belum begitu lama, aku pun pernah berada padaposisi yang sama layaknya yang dialami saudaraku ini, saat itu pun begituputus pengharapanku hingga aku pun benar-benar sudah tidak kuat lagimenanggung amanah ini dan serperti dia aku pun ingin mengakhirinya dengancara keluar dari aktivitas ini. Aku melihat masalah yang dia hadapi punsepertinya sama denganku, kepingan – kepingan kekecewaan dan keletihanyang akhirnya menjadi puzzle raksasa bergambar kata Putus Asa.
Kelelahan adalah sebuah efek yang wajar dari aktivitas yang berulangulang, kontinu bahkan terkadang membosankankan. Keletihan adalah kenikmatan yang diberikan-Nya di sela-sela aktivitas kita karenakedatangannya membuat kita merasakan nikmatnya beristirahat, kedatangannyamembuat kita memperoleh kesempatan untuk menarik nafas panjang sebelumkita kembali berlaga, namun adalah keletihan yang meraja yang akanmembekap bara semangat, azam dan harapan, meredupkannya dan diam-diammemadamkannya.
Oleh karenanya ketika kita bermain-main dengan keletihan, maka seyogyanyakita menjaga agar keletihan itu tidak menjadi penjara untuk perjalanankita selanjutnya dan pada saat yang sama hendaknya kita selalu sadar akankeberadaann cawan-cawan yang berisi cairan energi yang senantiasadihidangkan untuk kita. Sumber kekuatan yang akan membuat kita untuk tidakbetah berkubang dalam lembah kefuturan, energi itu yakni keikhlasan danindahnya ukhuwah.Ketika kekecewaan dan keletihan bersemayam di dada maka menyadari kembalibahwa apa yang kita lakukan adalah sebuah usaha dan pengharapan besar kitauntuk menggapai rahmat dan ridho Alloh SWT, akan mengembalikan kekuatanuntuk bangkit.
Keikhlasan adalah tidak berbesar kepala saat pujianmengguyur , begitu pun tidak berputus asa bilamana cercaan menghujam danmenghimpit, adalah keikhlasan tidak bergantung pada makhluk yang biasanyamenjadi sumber kefuturan.Sebuah keikhlasan tidak mengenal kata lelah karena segala keluh kesahsenantiasa dititipkan pada angin yang membumbungkan doa dalam sujud-sujudpanjang kita.dan DIA senantiasa menyediakan “telinga-Nya” untuk kita.
Saat tubuh tidak lagi tegak, saat kaki mulai lemah, saat lisan mulai keluhuntuk menyuarakan kebenaran, maka pada saat yang sama ada saudara kitayang memapah, saudara yang akan menopang kaki yang telah rapuh, danmenggantikan kita untuk bersuara lebih lantang. Senyumnya bagai oase dalamkegersangan jiwa kita, perhatiannya adalah penentram kegundahan kita,tausyiahnya adalah semangat baru yang disematkan pada diri ini.Karena dialah kita yakin bahwa kita tidak sendirian.
Andaikan saja kitalayaknya sekuntum bunga edelweis yang terus mekar dalam kegersangan,terus mempersembahkan senyum dalam kesederhanaan dan kebersahajaannya,semangat abadi hidupnya dalam keterhimpitan. Ya... seperti halnya edelweis, tekad untuk memberikan sesuatu bagi kemaslahatan umat adalah ruh hidup itu sendiri sehingga ketika kita ingin keluar dari aktivitas yangmenjadi media untuk tumbuh dan hidupnya ruh itu maka kita telah menyiapkanprosesi HARAKIRI untuk jiwa ini.
Teruntuk saudara-saudaraku dalam sisa-sisa keletihannya ...Keep Istiqomah di Jalan Dakwah CintaNya..!!
~ Diambil dari millis Pilar Bangsa ~
Sunday, January 23, 2005
Kontemplasi
Things don't always turn out the way we want it to be .....
Banyak sekali contoh yang menguatkan pernyataan di atas. Karena memang banyak hal dalam hidup ini yang "tidak sejalan" dengan keinginan kita. Rasanya tulisan senada dengan ini sudah di tulis berkali - kali. Tapi, tetap saja masih banyak yang harus diceritakan.
Things don't always turn out the way we want it to be....
Seorang penulis buku pernah menuliskan bahwa ketika rencana - rencana atau impian dan cita - cita kita tidak sejalan dengan apa yang ada di hadapan mata, maka saat - saat seperti itulah saatnya kita berdamai dengan takdir.
Melapangkan hati kita seluas samudra untuk menerima bahwa mungkin yang kita inginkatn memang bukan yang terbaik untuk kita. Atau mungkin cita-cita ini belum saatnya untuk diwujudkan. Allah masih menyimpannya untuk saat yang paling tepat. Atau mungkin ada jalan lain yang sudah Allah tentukan yang akan membawa kita ke kondisi yang lebih baik. Atau mungkin....mungkin......dan mungkin.......
Seribu satu alasan bermain - main di benak kita. Seribu satu alasan untuk tetap berbaik sangka kepada Yang Maha Kuasa. Seribu satu alasan yang akan membantu kita melusakan hati kita bahkan menjadi lebih luas dari sebuah samudra. Seribu satu alasan yang akan membantu kita untuk memelihara wilayah kegembiraan di hati kita. Seribu satu alasan yang akan membuat kita tetap bersyukur terhadap apapun kondisi yang ada.
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [2;286]
Banyak sekali contoh yang menguatkan pernyataan di atas. Karena memang banyak hal dalam hidup ini yang "tidak sejalan" dengan keinginan kita. Rasanya tulisan senada dengan ini sudah di tulis berkali - kali. Tapi, tetap saja masih banyak yang harus diceritakan.
Things don't always turn out the way we want it to be....
Seorang penulis buku pernah menuliskan bahwa ketika rencana - rencana atau impian dan cita - cita kita tidak sejalan dengan apa yang ada di hadapan mata, maka saat - saat seperti itulah saatnya kita berdamai dengan takdir.
Melapangkan hati kita seluas samudra untuk menerima bahwa mungkin yang kita inginkatn memang bukan yang terbaik untuk kita. Atau mungkin cita-cita ini belum saatnya untuk diwujudkan. Allah masih menyimpannya untuk saat yang paling tepat. Atau mungkin ada jalan lain yang sudah Allah tentukan yang akan membawa kita ke kondisi yang lebih baik. Atau mungkin....mungkin......dan mungkin.......
Seribu satu alasan bermain - main di benak kita. Seribu satu alasan untuk tetap berbaik sangka kepada Yang Maha Kuasa. Seribu satu alasan yang akan membantu kita melusakan hati kita bahkan menjadi lebih luas dari sebuah samudra. Seribu satu alasan yang akan membantu kita untuk memelihara wilayah kegembiraan di hati kita. Seribu satu alasan yang akan membuat kita tetap bersyukur terhadap apapun kondisi yang ada.
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [2;286]
Tuesday, January 18, 2005
Little Things Mean A Lot
Litlle things mean a lot...
Kadang-kadang sesuatu yang kita pikir kecil tapi sebenarnya berharga bagi yang lain dan begitu pula sebaliknya...
Kadang-kadang sesuatu yang menurut kita membuat hati kita terluka, tapi karena saudara kita tidak ada pengetahuan didalamnya maka dia tak sengaja melakukannya...
ataupun sesuatu yang kita anggap tidak sesuai dengan apa yang kita mau tapi menurut Allah itu akan sangat berarti bagi kita...
Ilmu kita hanya terbatas...
Hati kitapun tertentu tak seluas ma'af Allah dan Rasulullah...
maka cobalah cari di relung-relung hati terdalam untuk mencoba melihat sisi baik dari apapun itu... dan melihat bahwa kan ada sejuta hikmah dan untaian cinta Allah didalamnya...bagi mereka orang-orang yang beriman dan berserah diri hanya pada Allah...
Subhanallah…
Baris - baris di atas adalah untaian penyejuk hati yang muncul di tampilan window YM saya sore ini. Sejuuk sekali. Sesejuk udara di luar jendela kaca saya yang menampilkan tetesan - tetesan air hujan.
Memang, little things mean a lot. Dalam banyak sisi kehidupan kita, little things mean a lot. Kadang ada masalah - masalah kecil yang terjadi dalam kehidupan kita, yang mungkin sebenarnya memang tidak begitu penting, tapi ketika hati kita hanya seukuran luas permukaan air dalam sebuah gelas, maka hal itu serasa menjadi masalah yang sangat besar yang menganggu perasaan dan pikiran kita. Lain hal nya ketika luas permukaan itu seukuran lautan dan samudra.
Kadang ada gesekan - gesekan kecil yang mewarnai interaksi kita dengan orang - orang di sekeliling kita. Karena sifat, karakter dan pola pikir memang tidak mungkin selalu sama. Tapi, gesekan - gesekan itu seharusnya tidak memudarkan jalinan ukhuwah yang dibingkai ketaatan kepada Sang Maha pengikat hati.
Allahuma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub... fa watsiqillahumma rabithotaha
Kadang-kadang sesuatu yang kita pikir kecil tapi sebenarnya berharga bagi yang lain dan begitu pula sebaliknya...
Kadang-kadang sesuatu yang menurut kita membuat hati kita terluka, tapi karena saudara kita tidak ada pengetahuan didalamnya maka dia tak sengaja melakukannya...
ataupun sesuatu yang kita anggap tidak sesuai dengan apa yang kita mau tapi menurut Allah itu akan sangat berarti bagi kita...
Ilmu kita hanya terbatas...
Hati kitapun tertentu tak seluas ma'af Allah dan Rasulullah...
maka cobalah cari di relung-relung hati terdalam untuk mencoba melihat sisi baik dari apapun itu... dan melihat bahwa kan ada sejuta hikmah dan untaian cinta Allah didalamnya...bagi mereka orang-orang yang beriman dan berserah diri hanya pada Allah...
Subhanallah…
Baris - baris di atas adalah untaian penyejuk hati yang muncul di tampilan window YM saya sore ini. Sejuuk sekali. Sesejuk udara di luar jendela kaca saya yang menampilkan tetesan - tetesan air hujan.
Memang, little things mean a lot. Dalam banyak sisi kehidupan kita, little things mean a lot. Kadang ada masalah - masalah kecil yang terjadi dalam kehidupan kita, yang mungkin sebenarnya memang tidak begitu penting, tapi ketika hati kita hanya seukuran luas permukaan air dalam sebuah gelas, maka hal itu serasa menjadi masalah yang sangat besar yang menganggu perasaan dan pikiran kita. Lain hal nya ketika luas permukaan itu seukuran lautan dan samudra.
Kadang ada gesekan - gesekan kecil yang mewarnai interaksi kita dengan orang - orang di sekeliling kita. Karena sifat, karakter dan pola pikir memang tidak mungkin selalu sama. Tapi, gesekan - gesekan itu seharusnya tidak memudarkan jalinan ukhuwah yang dibingkai ketaatan kepada Sang Maha pengikat hati.
Allahuma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub... fa watsiqillahumma rabithotaha
Perpisahan
Perpisahan...
Sesuatu yang tidak akan bisa dilepaskan dari sebuah rangkaian pertemuan. Bahwa setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Mungkin terpisah oleh jarak, mungkin terpisah oleh ruang, dan mungkin juga dipisahkan oleh Allah, Yang maha kuasa dalam mempertemukan dan memisahkan.
Hari ini saya berpisah dengan salah seorang saudara saya. Beliau pindah ke Tanggerang sebagai wujud keta'atan kepada suami yang baru dinikahinya. Perpisahan ini membuat saya me - rewind kembali rangkaian pertemuan kami.
Saya bertemu beliau kurang lebih 5 tahun yang lalu. Kesan pertama ketika berekenalan... biasa saja. Benar - benar biasa saja. Tidak ada yang cukup istimewa yang saya lihat dari beliau. Tapi interaksi yang semakin intens membuka mata saya untuk melihat banyak kelebihan dalam diri beliau. Antara lain kegigihannya untuk terus memperbaiki diri sehingga berubah wujud menjadi sosok hamba yang dicintai-Nya.
Banyak hal dalam diri beliau yang sering membuat saya iri. Saya iri karena beliau seringkali terlihat lebih mesra dengan Kekasihnya. Saya iri karena beliau terlihat lebih sering berinteraksi dengan Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Saya iri karena beliau dijaga-Nya sampai akhirnya dipertemukan-Nya dengan lelaki sholih yang akan menggiringnya untuk lebih mencintai Kekasihnya. Dan banyak hal lagi dari beliau yang membuat saya iri. Tapi anehnya rasa iri ini membuahkan kecintaan yang sangat dalam. Kecintaan yang tidak bisa saya gambarkan tapi semua orang yang mencinta karena Allah pasti pernah merasakan.
Cinta saya untuk beliau insya Allah akan tetap ada. Walaupun kini, ruang dan jarak akan membuat saya lebih sulit untuk mengekspresikannya.
Saya tau bahwa ikatan ukhuwah itu begitu kokoh dan akan kekal sepanjang masa. Saya tau bahwa kekokohan ikatannya insya Allah tidak akan pudar walau terpisah ruang dan jarak. Saya tau bahwa Allah akan selalu mengikatkan hati - hati orang yang mencintai-Nya. Saya tau bahwa dimana pun beliau berada, beliau insya Allah termasuk golongan orang - orang yang dinaungi-Nya.
tapi...
kenapa air mata ini tetap mengalir....
dan kenapa rindu ini begitu dalam hingga rasanya perpisahan terasa begitu berat...
Sesuatu yang tidak akan bisa dilepaskan dari sebuah rangkaian pertemuan. Bahwa setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Mungkin terpisah oleh jarak, mungkin terpisah oleh ruang, dan mungkin juga dipisahkan oleh Allah, Yang maha kuasa dalam mempertemukan dan memisahkan.
Hari ini saya berpisah dengan salah seorang saudara saya. Beliau pindah ke Tanggerang sebagai wujud keta'atan kepada suami yang baru dinikahinya. Perpisahan ini membuat saya me - rewind kembali rangkaian pertemuan kami.
Saya bertemu beliau kurang lebih 5 tahun yang lalu. Kesan pertama ketika berekenalan... biasa saja. Benar - benar biasa saja. Tidak ada yang cukup istimewa yang saya lihat dari beliau. Tapi interaksi yang semakin intens membuka mata saya untuk melihat banyak kelebihan dalam diri beliau. Antara lain kegigihannya untuk terus memperbaiki diri sehingga berubah wujud menjadi sosok hamba yang dicintai-Nya.
Banyak hal dalam diri beliau yang sering membuat saya iri. Saya iri karena beliau seringkali terlihat lebih mesra dengan Kekasihnya. Saya iri karena beliau terlihat lebih sering berinteraksi dengan Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Saya iri karena beliau dijaga-Nya sampai akhirnya dipertemukan-Nya dengan lelaki sholih yang akan menggiringnya untuk lebih mencintai Kekasihnya. Dan banyak hal lagi dari beliau yang membuat saya iri. Tapi anehnya rasa iri ini membuahkan kecintaan yang sangat dalam. Kecintaan yang tidak bisa saya gambarkan tapi semua orang yang mencinta karena Allah pasti pernah merasakan.
Cinta saya untuk beliau insya Allah akan tetap ada. Walaupun kini, ruang dan jarak akan membuat saya lebih sulit untuk mengekspresikannya.
Saya tau bahwa ikatan ukhuwah itu begitu kokoh dan akan kekal sepanjang masa. Saya tau bahwa kekokohan ikatannya insya Allah tidak akan pudar walau terpisah ruang dan jarak. Saya tau bahwa Allah akan selalu mengikatkan hati - hati orang yang mencintai-Nya. Saya tau bahwa dimana pun beliau berada, beliau insya Allah termasuk golongan orang - orang yang dinaungi-Nya.
tapi...
kenapa air mata ini tetap mengalir....
dan kenapa rindu ini begitu dalam hingga rasanya perpisahan terasa begitu berat...
Subscribe to:
Posts (Atom)