Daisypath Anniversary tickers

Tuesday, April 12, 2005

Wasiat Dr. Abdullah Azzam

Wahai kaum muslimin!!!!
Kehidupan kalian adalah jihad, kemuliaan kalian berhasil dari jihad dan keberadaan kalian di atas muka bumi ini, terikat dengan ikatan yang berpanjangan dengan jihad.

Wahai para pendakwah!!!
Tiada berharga kalian berpanas di bawah cahaya matahari melainkan jika kalian menyandang senjata bagi menghadapi golongan taghut yang melampau, orang-orang kafir dan orang-orang yang zalim yang semakin bermaharajalela.

Sesungguhnya mereka menyangka bahawa agama Allah ini akan tertegak tanpa jihad, tanpa peperangan, tanpa darah dan air mata, maka mereka yang ragu-ragu itu sebenarnya tidak memahami tabiat (hakikat) agama ini.
Sesungguhnya kehebatan para da'i (pendakwah), kekuatan dan keberkesanan dakwah dan kemuliaan ummat Islam tidak akan wujud melainkan dengan melaksanakan jihad pada jalan Allah. Kejarlah 'kematian' kerana ia akan memberikan kehidupan (yang hakiki). Hindarilah diri dari merasa hebat dengan jumlah kitab yang telah dibaca. Janganlah merasa megah dan mencukupi dengan sembahyang-sembahyang sunat yang kalian telah biasakan itu. Janganlah kalian membiarkan kerja-kerja yang remeh -temeh menguasai kalian sedangkan di sana ada tugas yang lebih besar dan lebih sukar.

Wahai para ulama!!!
Majulah kalian untuk memimpin generasi ini yang amat dahagakan untuk kembali kepada tuhannya. Janganlah kalian terbelenggu atau cenderung kepada dunia. Jauhilah janji manis pemberian dan sogokan serta hidangan taghut{pemerintahan} karena sesungguhnya hidangan dan sogokan tersebut akan menggelapkan hati dan mematikan fikiran serta menjadi benteng yang menghalang hubungan kalian dengan masyarakat.

Wahai kaum muslimin!!!.
Jauhilah kemewahan kerana ia adalah musuh kepada jihad. Ia juga pembinasa diri manusia. Oleh itu janganlah menunjukkan sesuatu yang berlebihan. Cukuplah sekadar keperluan saja. Didik dan latihlah anak-anak kalian dengan kegagahan dan kejantanan serta kepahlawanan dan jihad. Jadilanlah rumah kalian sebagai kandang-kandang singa dan bukannya reban ayam yang menunggu gemuk untuk disembelah oleh taghut. Tanamkan ke dalam jiwa anak-anak kalian kecintaan kepada jihad, keinginan kepada medan perang dan lapangan yang penuh dengan keributan perang. Hiduplah kalian dengan tidak melupakan penderitaan yang ditanggung oleh umat Islam.
Cubalah sedaya upaya menjadikan sehari dalam seminggu, sekurang-kerangnya, hidup bagaikan mujahidin dengan hanya memakan sekeping roti kering tanpa lauk dan meminum secawan teh tanpa gula.

INGATLAH!!!
"Tidak Ada Kemuliaan Bagi Umat Islam Melainkan Dengan Jihad Dan Tidak Ada Kerehatan Melainkan Dengan Syahid."

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram. (Ar-ra'd:28)


~ Taken from http://www.myquran.org ~

Tuesday, April 05, 2005

Vitamin for the Mind

Basics/Fundamentals by Jim Rohn :

Success is neither magical nor mysterious. Success is the natural consequence of consistently applying basic fundamentals.

There are no new fundamentals. You've got to be a little suspicious of someone who says, "I've got a new fundamental." That's like someone inviting you to tour a factory where they are manufacturing antiques.

Some things you have to do every day. Eating seven apples on Saturday night instead of one a day just isn't going to get the job done.

Success is nothing more than a few simple disciplines, practiced every day; while failure is simply a few errors in judgment, repeated every day. It is the accumulative weight of our disciplines and our judgments that leads us to either fortune or failure.

~Diambil dari milist Dago_Permai~

The Two Choices We Face

Each of us has two distinct choices to make about what we will do with our lives. The first choice we can make is to be less than we have the capacity to be. To earn less. To have less. To read less and think less. To try less and discipline ourselves less. These are the choices that
lead to an empty life. These are the choices that, once made, lead to a life of constant apprehension instead of a life of wondrous anticipation.

And the second choice? To do it all! To become all that we can possibly be. To read every book that we possibly can. To earn as much as we possibly can. To give and share as much as we possibly can. To strive and produce and accomplish as much as we possibly can. All of us have the choice.

To do or not to do. To be or not to be. To be all or to be less or to be nothing at all.

Like the tree, it would be a worthy challenge for us all to stretch upward and outward to the full measure of our capabilities. Why not do all that we can, every moment that we can, the best that we can, for as long as we can?

Our ultimate life objective should be to create as much as our talent and ability and desire will permit. To settle for doing less than we could do is to fail in this worthiest of undertakings.

Results are the best measurement of human progress. Not conversation. Not explanation. Not justification. Results! And if our results are less than our potential suggests that they should be, then we must strive to become more today than we were the day before. The greatest rewards are always reserved for those who bring great value to themselves and the world around them as a result of who and what they have become.


To Your Success,
Jim Rohn

~Diambil dari Milist Dago_Permai~

stagnan

Dalam setiap amanah da'wah, apapun bentuknya, pasti ada masa - masa stagnan. Masa - masa ketika semua permasalahan mengepung dari segala arah, dan pintu - pintu menuju solusi belum terlihat, serta jalan yang dilalui rasanya tidak berujung.

Mungkin itu gambaran yang cukup mewakili kondisi yang saya rasakan sekarang terhadap salah satu amanah da'wah yang menjadi tanggung jawab saya. Terhitung lebih dari 4 tahun semenjak da'wah di tempat ini dimulai. Tapi sampai hari ini, kita seolah berjalan di tempat yang sama selama bertahun - tahun. Menyusuri jalan yang sama tanpa ada tanda - tanda bahwa jalan ini menuju ke arah kondisi yang lebih baik.

Kadang ada masa - masa ketika cahaya harapan mulai menghangatkan hati - hati kita. Membakar kembali semangat kita. Tapi seringkali cahaya itu hanya berlangsung untuk beberapa saat, dan selepasanya kita kembali berkutat dalam kegelapan yang sama. Bahkan terkadang lebih gelap dari kondisi sebelumnya.

Dan sekarang, tidak hanya saya, tapi juga hampir semua teman - teman seperjuangan yang sama - sama bertanggung jawab untuk amanah da'wah ini, berada pada titik terendah dari grafik optimisme yang kita miliki. Memikirkan tentang permasalahannya saja bahkan membuat ruang dalam hati kita menyempit. Hampir dalam setiap pertemuan - pertemuan kita, semua orang hanya duduk dan saling berpandangan dengan tatapan kosong. Sulit sekali untuk mengatakan "Kita bisa !!"

Tidak jarang suara - suara kecil dalam sudut hati kita mengatakan, "Sudah lah, lepaskan saja. Tidak ada jalan keluar." Suara - suara yang walaupun selama ini berusaha kita redam, tapi rasanya tak pernah bisa dihilangkan. Bahkan terkadang kesibukan kita dengan amanah da'wah yang lain menjadi legitimasi untuk usaha kita ketika kita melarikan diri dari amanah ini.

Bahwa da'wah tidak pernah dinilai dari hasil yang diperoleh, bahwa setiap amalan yang ikhlas akan mendapatkan balasan kebaikan berlipat ganda, bahwa setiap orang yang men-azzamkan diri untuk menempuh jalan yang sama dengan para Nabi akan menghadapi hal yang sama pula, semua itu memang menjadi inspirasi dan peneguh kesabaran serta usaha kita untuk tetap istiqomah.

Tapi, kegelapan yang tak berujung tak ayal lagi membuat langkah - langkah kaki ini terseok.

----------------------------------------------------------------------------

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
Yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

(Q. S. Alam Nasyrah 1-8)


"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku," (Q.S. Thaha 25-28)

Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhaan ) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al Ankabut [29] : 69)


Ya Allah, tidak ada satu permasalahan pun di dunia ini yang tidak memiliki jalan keluar, kalau Engkau mau membukakannya. Tidak ada satu beban pun yang terasa berat, kalau Engkau mau meringkankannya. Tunjukanlah kepada kami jalan keluar yang terbaik yang telah Engkau rencanakan.

Udah Siap

X : Dapet souvenir nya ngga ?
Y : Alhamdulillah dapet. Jadinya souvenirnya kipas, bukan kipas cendana asli sih. Tapi lumayan lah mirip - mirip.
X : Emang yang nikah mau nya apa souvenirnya ?
Y : Ngga bilang sih, katanya terserah aja.
X : Berapa harga kipas nya ?
Y : 1150
X : Murah yah.
Y : Ngga juga , masih ada yang lebih murah. Tergantung souvenirnya sih. Dari mulai yang harga nya 200 rupiah satu nya, sampe yang puluhan ribu juga ada.
X : Oh gitu yah ? Kalo souvenir yang bentuknya kalender dengan foto penganten itu berapa yah kira2 ?
Y : Ngga tau juga sih, cuma kayanya bisa nyampe 5000 an. Itu belom termasuk ongkos difotonya.
X : Emang kalo ongkos foto berapa ?
Y : Yah, tergantung. Biasanya bentuknya paket. Ada yang satu paket satu juta sampe yang satu paketnya puluhan juta juga ada.
X : Kalo gedung ?
Y : Gedung... kalo yang dipinggiran dan ngga terlalu besar dapet lah 1 jutaan, tapi ada juga yang ampe 20 juta nyewanya.
X : Upi ni kayanya tau banget soal persiapan nikah yah ? Emang udah berapa kali sih jadi panitia ?
Y : He... :D
X : Udah siap nikah dong ? Iya kan ?
Y : Yah udah siap semua sih, gedung, souvenir, foto, semua kecuali .... calon mempelai pria :D

Friday, April 01, 2005

Bunda, aku ingin mencinta

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta Allah sehingga dilimpahi hidayah-Nya
Mencinta Allah sehingga diberkahi cinta mahluk-Nya
Mencinta Allah sehingga merasakan keagungan cinta-Nya

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta Rasul yang disebut sebagai kekasih-Nya
Mencinta Rasul sehingga mencintai apapun yang pernah dilakukannya
Mencinta Rasul sehingga mencintai apapun yang dicintainya

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta semua orang yang mencintai Allah dan Rasul nya
Mencinta orang yang menapaki jalan-Nya
Walau kaki terseok dan luka di sekujur tubuhnya
Tapi senyum dan pancaran cahaya tak lepas dari raut wajahnya.

Yang Hilang

Mencari sesuatu yang hilang ….

Hilang dari interaksi kita selama ini
Hilang dari do'a - do'a panjang yang kita panjatkan selama ini
Ketidakberadaannya membuat tawa kita kehilangan makna
Ketidakhadirannya membuat jarak membentang diantara hati - hati kita.

Tanpanya kita bahkan tidak mampu memahami bahasa masing - masing
Tidak mampu mendengar yang tidak diungkapkan
Membaca yang tidak dituliskan
Dan melihat yang tidak ditampakkan

Tanpanya kita tidak mampu melihat mendung di wajah saudara kita
Tidak mampu mencermati betapa terseok langkahnya
Tidak mampu merasakan getir dan pahit deritanya
Dan bahkan tidak mampu tertawa bersama bahagianya

Padahal…

Kehadirannya membuat kita selalu merasa dekat
Kehadirannya menghilangkan bentangan jarak dan waktu
Dia bahkan dapat mengikatkan muhajirin dan anshor
bak saudara yang berasal dari rahim yang sama.

Dengannya para salafusholih bersama mengarungi lautan kehidupan
Dengannya orang - orang sholih merasa bagaikan satu badan
Hadirnya ia menjadikan duka dia adalah duka saya
Bahkan nyawa menjadi taruhan untuk keberadaanya

Teringat Abu Bakar yang merelakan gigitan ular
Demi mencegah terbangunnya kekasih Allah yang berada dipangkuan
Teringat Perang Yarmuk yang mencatat keagungan tiga orang sahabat
Yang merelakan seteguk air di saat meregang nyawa

Mencari sesuatu yang hilang ….

Sesuatu yang para pemiliknya telah Allah janjikan
Tempat yang tinggi di surga yang akan menjelang
Dimana mereka duduk diatas dipan - dipan
Dengan muka - muka yang bercahaya

Jangan tanyakan dimana keberadaanya
Karena hanya Allah yang bisa menjawabnya
Hanya Ia yang bisa membuatnya hadir diantara kita
Dan Ia pula yang berkuasa menghilangkannya dari interaksi kita

Allahuma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub… wafatsiqillahuma rabithataha

People say, forgiven not forgotten
Ketika luka itu masih menganga, duka itu masih membekas
Dan air mata belum lagi mengering
Biarkan waktu yang akan menyembuhkannya