Daisypath Anniversary tickers

Tuesday, April 05, 2005

stagnan

Dalam setiap amanah da'wah, apapun bentuknya, pasti ada masa - masa stagnan. Masa - masa ketika semua permasalahan mengepung dari segala arah, dan pintu - pintu menuju solusi belum terlihat, serta jalan yang dilalui rasanya tidak berujung.

Mungkin itu gambaran yang cukup mewakili kondisi yang saya rasakan sekarang terhadap salah satu amanah da'wah yang menjadi tanggung jawab saya. Terhitung lebih dari 4 tahun semenjak da'wah di tempat ini dimulai. Tapi sampai hari ini, kita seolah berjalan di tempat yang sama selama bertahun - tahun. Menyusuri jalan yang sama tanpa ada tanda - tanda bahwa jalan ini menuju ke arah kondisi yang lebih baik.

Kadang ada masa - masa ketika cahaya harapan mulai menghangatkan hati - hati kita. Membakar kembali semangat kita. Tapi seringkali cahaya itu hanya berlangsung untuk beberapa saat, dan selepasanya kita kembali berkutat dalam kegelapan yang sama. Bahkan terkadang lebih gelap dari kondisi sebelumnya.

Dan sekarang, tidak hanya saya, tapi juga hampir semua teman - teman seperjuangan yang sama - sama bertanggung jawab untuk amanah da'wah ini, berada pada titik terendah dari grafik optimisme yang kita miliki. Memikirkan tentang permasalahannya saja bahkan membuat ruang dalam hati kita menyempit. Hampir dalam setiap pertemuan - pertemuan kita, semua orang hanya duduk dan saling berpandangan dengan tatapan kosong. Sulit sekali untuk mengatakan "Kita bisa !!"

Tidak jarang suara - suara kecil dalam sudut hati kita mengatakan, "Sudah lah, lepaskan saja. Tidak ada jalan keluar." Suara - suara yang walaupun selama ini berusaha kita redam, tapi rasanya tak pernah bisa dihilangkan. Bahkan terkadang kesibukan kita dengan amanah da'wah yang lain menjadi legitimasi untuk usaha kita ketika kita melarikan diri dari amanah ini.

Bahwa da'wah tidak pernah dinilai dari hasil yang diperoleh, bahwa setiap amalan yang ikhlas akan mendapatkan balasan kebaikan berlipat ganda, bahwa setiap orang yang men-azzamkan diri untuk menempuh jalan yang sama dengan para Nabi akan menghadapi hal yang sama pula, semua itu memang menjadi inspirasi dan peneguh kesabaran serta usaha kita untuk tetap istiqomah.

Tapi, kegelapan yang tak berujung tak ayal lagi membuat langkah - langkah kaki ini terseok.

----------------------------------------------------------------------------

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
Yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

(Q. S. Alam Nasyrah 1-8)


"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku," (Q.S. Thaha 25-28)

Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhaan ) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al Ankabut [29] : 69)


Ya Allah, tidak ada satu permasalahan pun di dunia ini yang tidak memiliki jalan keluar, kalau Engkau mau membukakannya. Tidak ada satu beban pun yang terasa berat, kalau Engkau mau meringkankannya. Tunjukanlah kepada kami jalan keluar yang terbaik yang telah Engkau rencanakan.

Udah Siap

X : Dapet souvenir nya ngga ?
Y : Alhamdulillah dapet. Jadinya souvenirnya kipas, bukan kipas cendana asli sih. Tapi lumayan lah mirip - mirip.
X : Emang yang nikah mau nya apa souvenirnya ?
Y : Ngga bilang sih, katanya terserah aja.
X : Berapa harga kipas nya ?
Y : 1150
X : Murah yah.
Y : Ngga juga , masih ada yang lebih murah. Tergantung souvenirnya sih. Dari mulai yang harga nya 200 rupiah satu nya, sampe yang puluhan ribu juga ada.
X : Oh gitu yah ? Kalo souvenir yang bentuknya kalender dengan foto penganten itu berapa yah kira2 ?
Y : Ngga tau juga sih, cuma kayanya bisa nyampe 5000 an. Itu belom termasuk ongkos difotonya.
X : Emang kalo ongkos foto berapa ?
Y : Yah, tergantung. Biasanya bentuknya paket. Ada yang satu paket satu juta sampe yang satu paketnya puluhan juta juga ada.
X : Kalo gedung ?
Y : Gedung... kalo yang dipinggiran dan ngga terlalu besar dapet lah 1 jutaan, tapi ada juga yang ampe 20 juta nyewanya.
X : Upi ni kayanya tau banget soal persiapan nikah yah ? Emang udah berapa kali sih jadi panitia ?
Y : He... :D
X : Udah siap nikah dong ? Iya kan ?
Y : Yah udah siap semua sih, gedung, souvenir, foto, semua kecuali .... calon mempelai pria :D

Friday, April 01, 2005

Bunda, aku ingin mencinta

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta Allah sehingga dilimpahi hidayah-Nya
Mencinta Allah sehingga diberkahi cinta mahluk-Nya
Mencinta Allah sehingga merasakan keagungan cinta-Nya

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta Rasul yang disebut sebagai kekasih-Nya
Mencinta Rasul sehingga mencintai apapun yang pernah dilakukannya
Mencinta Rasul sehingga mencintai apapun yang dicintainya

Bunda, aku ingin mencinta
Mencinta semua orang yang mencintai Allah dan Rasul nya
Mencinta orang yang menapaki jalan-Nya
Walau kaki terseok dan luka di sekujur tubuhnya
Tapi senyum dan pancaran cahaya tak lepas dari raut wajahnya.

Yang Hilang

Mencari sesuatu yang hilang ….

Hilang dari interaksi kita selama ini
Hilang dari do'a - do'a panjang yang kita panjatkan selama ini
Ketidakberadaannya membuat tawa kita kehilangan makna
Ketidakhadirannya membuat jarak membentang diantara hati - hati kita.

Tanpanya kita bahkan tidak mampu memahami bahasa masing - masing
Tidak mampu mendengar yang tidak diungkapkan
Membaca yang tidak dituliskan
Dan melihat yang tidak ditampakkan

Tanpanya kita tidak mampu melihat mendung di wajah saudara kita
Tidak mampu mencermati betapa terseok langkahnya
Tidak mampu merasakan getir dan pahit deritanya
Dan bahkan tidak mampu tertawa bersama bahagianya

Padahal…

Kehadirannya membuat kita selalu merasa dekat
Kehadirannya menghilangkan bentangan jarak dan waktu
Dia bahkan dapat mengikatkan muhajirin dan anshor
bak saudara yang berasal dari rahim yang sama.

Dengannya para salafusholih bersama mengarungi lautan kehidupan
Dengannya orang - orang sholih merasa bagaikan satu badan
Hadirnya ia menjadikan duka dia adalah duka saya
Bahkan nyawa menjadi taruhan untuk keberadaanya

Teringat Abu Bakar yang merelakan gigitan ular
Demi mencegah terbangunnya kekasih Allah yang berada dipangkuan
Teringat Perang Yarmuk yang mencatat keagungan tiga orang sahabat
Yang merelakan seteguk air di saat meregang nyawa

Mencari sesuatu yang hilang ….

Sesuatu yang para pemiliknya telah Allah janjikan
Tempat yang tinggi di surga yang akan menjelang
Dimana mereka duduk diatas dipan - dipan
Dengan muka - muka yang bercahaya

Jangan tanyakan dimana keberadaanya
Karena hanya Allah yang bisa menjawabnya
Hanya Ia yang bisa membuatnya hadir diantara kita
Dan Ia pula yang berkuasa menghilangkannya dari interaksi kita

Allahuma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub… wafatsiqillahuma rabithataha

People say, forgiven not forgotten
Ketika luka itu masih menganga, duka itu masih membekas
Dan air mata belum lagi mengering
Biarkan waktu yang akan menyembuhkannya

Monday, March 28, 2005

Sekarang Juga !!!

"Teh, nanti kalo nikah, bilang jauh - jauh hari sebelumnya yah !!"
"Teh kalo nanti teteh nikah, ceritain dari mulai proses ta'arufnya yah !!"
"Pi, nanti kalo upi nikah, ikhwannya kasih tau ke teteh dari mulai abis khitbah yah !!"
"Pokonya kalo upi nikah tanpa konsultasi dulu ke teteh, teteh mah pundung dan mogok datang :D "
"Teh, nanti kalo teteh nikah, saya mau jadi LO nya yah. Pingin liat keajaiban cinta :p "
"Kalo upi nikah, insya Allah saya mau bantuin ko. Ntar si abi mah suruh dateng sendiri aja. Kan saya mau jadi panitianya upi "
"Yah kalo upi nikah, kita musti ikut terlibat dari mulai screening ikhwannya dong. Keluarga kan emang punya hak yang lebih besar untuk ngurus yang begituan."
"Pokonya kalo kita ngga termasuk golongan sabiqunal awalun yang tau berita nikahnya teteh, kita mah pundung aja !!"

Saya mulai kehabisan kata untuk menjawab semua permintaan - permintaan itu. Permintaan yang merupakan cerminan dari jutaan cinta dan perhatian yang diberikan untuk saya. Kadang saya berpikir, ingin rasanya menikah sekarang juga. Hanya untuk menyenangkan hati orang tua, keluarga, dan semua sahabat yang telah membanjiri saya dengan cinta dan perhatiannya.

Buta Membaca, Lumpuh Menulis

"Menulislah..."
"Tapi saya belum pernah membuat tulisan."
"Kalau begitu tulislah bahwa kau belum pernah membuat tulisan."
"Tapi saya tidak bisa menulis."
"Kalau begitu tulislah bahwa kau tidak bisa menulis."
"Tapi saat ini saya tidak tahu apa yang harus saya tulis.
"Kalau begitu tulislah bahwa kau tidak tahu apa yang harus kau tulis."

Terkadang kita tidak menyadari betapa pentingnya menulis. Terkadang menulis hanya sekedar sarana kita untuk menghabiskan waktu. Terkadang kita tidak ingat bahwa jika membaca adalah jendela untuk melihat dunia, maka menulis adalah menciptakan jendela bagi dunia.

Mungkin memang ada saat - saat dimana kita sama sekali kehilangan ide atau mungkin kehilangan gairah dalam mencipta tulisan. Saat - saat yang oleh seorang pujangga besar diilustrasikan dengan buta membaca, lumpuh menulis ... :
Mungkin karena tidak banyak input yang masuk ke dalam wilayah pemikiran kita, maka tidak ada pula yang buah pikiran yang dapat kita hasilkan.

Tuesday, March 22, 2005

You Are 80 % Introvert

Selama ini saya tidak merasa sebagai orang yang tertutup. Dalam artian, saya senang bergaul, saya senang bertemu dengan orang - orang, dan di kalangan teman - teman dekat, saya sama sekali tidak tergolong orang yang pendiam. Mereka bisa dengan mudah membaca ekspresi saya ketika saya sedang senang, atau mendeteksi ke-diam-an saya ketika saya sedang berkonsentrasi memikirkan sebuah masalah. Dan saya juga terbiasa menceritakan kejadian - kejadian atau emosi - emosi sesaat yang saya alami kepada teman - teman dekat saya.

Walaupun di sisi lain, saya memang cenderung memilih untuk diam ketika saya berada di sebuah lingkungan yang baru dan dikelilingi orang - orang yang tidak begitu saya kenal. Dan pada saat - saat saya mengalami masalah yang tergolong cukup berat, saya biasanya memilih untuk diam, menyendiri, berkonsultasi hanya kepada orang - orang terdekat dan terpercaya atau bahkan menelan semua nya sendiri. Beberapa teman memang pernah mengatakan bahwa saya cenderung menyimpan masalah pribadi hanya untuk konsumsi sendiri.

Tapi dalam benak saya selalu tertanam bahwa walaupun saya tipe orang yang aga sulit berbagi untuk hal - hal yang sifatnya pribadi, tapi saya tidak merasa bahwa saya orang yang tertutup atau introvert. Sampai akhirnya hari ini saya sedikit terkejut ketika iseng - iseng saya mengisi sebuah kuis kepribadian di salah satu web site, dan hasil penilaiannya adalah :

You are 20 % extrovert and 80% introvert
You are quite reserved
You aren't afraid of social situations...
But you very much prefer to go it alone
And why not? You're your own best friend!

Ternyata kuis itu menilai bahwa saya sangat cenderung bersikap introvert. Senang menyendiri dan menyimpan segala sesuatunya sendiri. Hmmmhhh .... walaupun kuis itu belum tentu memberikan penilaian yang benar tentang saya, tapi terus terang saya merasa cukup terkejut dengan hasil penilaiannya.

Apa saya orangnya introvert yah ???