Daisypath Anniversary tickers

Thursday, April 05, 2007

Mempertahankan Rasa

Dalam hidup ini, segala sesuatu itu lebih mudah diraih daripada dipertahankan. Mendapatkan seorang teman itu mudah, yang sulit adalah mempertahankan pertemanan itu sendiri. Meraih prestasi peringkat pertama di kelas itu mudah, yang sulit adalah meraih prestasi yang sama pada periode berikutnya. Berjuang mencapai satu titik puncak kekuasaan itu mudah, yang lebih sulit dari itu adalah mempertahankannya. Begitu juga dengan cinta. Jatuh cinta itu mudah, yang sulit adalah bagaimana mempertahankan rasa itu.

Di awal, ketika cinta itu masih terasa begitu segar, begitu menggelora, ingin rasanya mengekspresikan seluruh perasaan yang menggebu-gebu itu. Bagaimanapun caranya. Bahkan termasuk cara yang tidak halal sekalipun. Katanya, cinta itu bisa bikin orang jadi gila. Atas nama cinta itulah, seorang gadis belia usia SMA rela berkostum ala primadona ditengah panas terik dan mempermalukan dirinya dihadapan seluruh teman – teman sekolahnya demi menyatakan cinta nya. Atas nama cinta itulah romeo dan juliet rela meregang nyawa, demi perwujudan cinta mereka di kehidupan selanjutnya. Dan atas nama cinta itulah banyak orang melakukan hal yang diluar logika orang pada umumnya.

Tapi apa yang terjadi setelahnya? Setelah cinta itu didapatkan, setelah ”pejuang cinta” itu meraih apa yang diperjuangkannya, setelah akhirnya takdir membawa dua orang yang saling mencinta untuk hidup bersama. Ternyata merawatnya jauh lebih sulit daripada mempertahankannya.

Betapa banyak pasangan yang telah mengarungi perjalanan cinta mereka selama bertahun – tahun, perjalanan yang diawali dengan kesemerbakan bunga-bunga cinta, lalu kemudian ditengah perjalanan mereka kelelahan kemudian akhirnya menyerah dan mengakhiri perjalanannya. Betapa banyak pasangan yang telah melalui banyak pengorbanan untuk mendapatkan cintanya, menjalani masa pacaran selama bertahun – tahun, lalu kemudian setelah menikah dan hidup bersama, akhirnya mengalami suatu masa dimana rasa itu menguap begitu saja, bahkan mereka tidak ingat lagi mengapa mereka pernah saling mencinta.

Pada akhirnya kita harus mengakui, bahwa mempertahankan jauh lebih sulit daripada menghadirkan rasa cinta.

Tulisan ini tidak lebih dari sebuah pengingat untuk saya pribadi. Berusaha merefleksi perjalanan cinta yang telah dijalani selama hampir 1,5 tahun ini. Seperti yang pernah ditulis oleh seorang teteh disini, mungkinkah madu itu terasa sepanjang musim?

To my beloved husband, semoga kita tidak akan pernah lelah ...

0 comments: