Daisypath Anniversary tickers

Sunday, June 08, 2008

blog dan multiply

Sebenernya pertama kali bikin ID di multiply niat nya cuma iseng aja. Waktu itu lagi cari - cari artikel, dan ada satu artikel bagus yang dipasang di multiply seseorang (ga tau siapa..lupa lagi) tapi yang boleh liat cuma yang udah punya ID multiply. Akhirnya bikin lah ID di mp. Walopun ga pernah diisi karena udah punya blog dan cinta mati ama blog yang lama.

Trus setelah melihat pertarungan sengit antara rela, teh marin ama eming di mp, pingin juga akhirnya ikutan nimbrung.. dipake lah ID ini yang sebenernya udah lamaaaa banget. Liatin mp orang, baca - baca artikelnya, trus liat foto - foto yang di upload, iman ini mulai goyah juga. Kayanya mp rame juga yaaah... tapi kan tulisan2 ku semua ada di blog yang lama ..

Ahaaa.. akhirnya ketemulah jawabannya (setelah hampir seharian melototin mp ) Jawabannya adalah tulisan2 yang ada di blog, sebagian di import ke sini. Jadi ga perlu nulis dua kali..

Nah, begitulah ceritanya.. akhirnya.. ada juga suguhan di mp yang sebelumnya kata rela mirip rumah hantu itu..

Alhamdulillah..alhamdulillah

Begitu banyak karunia yang Allah limpahkan untuk kita, kadang kita sendiri justru lupa mensyukurinya. Pikiran, konsentrasi dan keinginan kita seringkali tertuju pada sesuatu yang kita belum punya, atau yang kita mau tapi kita belum dapatkan.

Lebih dari 2,5 tahun menikah dan belum dikaruniai anak, terus terang bukan hal yang mudah. Komentar, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dari orang – orang terkadang terasa begitu menyakitkan. Tuntutan, baik yang disampaikan secara halus maupun terang – terangan, terkadang begitu menyesakan dada.

Walaupun begitu, tetap saja sekuat tenaga berusaha untuk banyak – banyak bersyukur. Berusaha mensyukuri nikmat – nikmat Allah yang lain yang, Alhamdulillah, mengalir terus tanpa henti. Mulai dari dukungan yang luar biasa dari orang – orang tercinta, sampai kemudahan – kemudahan yang Allah berikan untuk urusan yang lain.

Belum dikaruniai anak sebenarnya memberikan kesempatan untuk saya belajar dan mengoptimalkan peran di ladang amal yang lain. Karena belum punya anak Alhamdulillah saya bisa:
1. Belajar menjadi istri yang baik. Karena masih diberi kesempatan untuk berdua dengan suami, saling mengenal, berusaha saling memahami dan bersama – sama berusaha tumbuh menjadi individu yang lebih baik.
2. Belajar menjadi menantu yang baik. Menjadi satu – satunya anak yang paling cantik di keluarga mertua sebenarnya juga bukan hal yang mudah. Harus banyak belajar memposisikan diri baik di hadapan mertua maupun di tengah – tengah keluarga besar suami. Belajar menyayangi mertua selayaknya orang tua kita sendiri. Selain itu, Alhamdulillah saya juga menikmati kemanjaan selama satu tahun menjadi satu – satu nya anak perempuan di keluarga mertua (sampai akhirnya hadir menantu baru :D).
3. Belajar menjadi bibi yang baik untuk keponakan – keponakan tercinta. Karena belum punya anak sendiri, Alhamdulillah sering mendapat mandat untuk mengurus ponakan – ponakan. Membantu ummi mengurus teteh salma, sejak pulang dari bidan sampai sekarang udah masuk sekolah. Mengurus si kembar alif-fikri, sejak mereka masih di incubator sampai sekarang udah pada bisa lari – lari. Dan sedikit – sedikit membantu bunda mengurus dede khansa. Semua peranan itu juga memberikan saya banyak kesempatan untuk belajar mempersiapkan diri menjadi ibu suatu hari nanti.
4. Belajar menjadi individu yang lebih baik, sebagai hamba Allah, sebagai kader da’wah dan sebagai part of the society. Mungkin karena belum punya anak, masih punya banyak waktu untuk “mengurusi diri sendiri”. Alhamdulillah masih punya cukup banyak keleluasaan untuk melakukan banyak aktivitas, pergi kesana kemari, belajar banyak hal, dan bertemu banyak orang.

Sekali lagi, memang tidak mudah menjalani semua ini. Para pakar ginekologi mengatakan bahwa usaha dan proses penantian hingga lahir nya seorang anak itu membuat kita menjalani “emotional roller coaster”. Kadang harapan kita membumbung tinggi ketika selesai menjalani sebuah terapi, dan kemudian dihempaskan ke dasar ketika akhirnya harapannya belum terpenuhi.

Buat saya, Alhamdulillah saya berusaha menjaga agar “roller coaster” nya tidak terlalu tinggi. Sehingga ketika harapannya belum terpenuhi, keyakinan kepada takdir Allah dan kasih saying Allah menjaga saya untuk tidak terhempas terlalu jauh ke dasar.

Untuk suami tersayang, ka esa, rela, dan semua sahabat – sahabat tercinta, semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda atas semua dukungan yang diberikan dalam menjalani proses ini.

Tuesday, June 03, 2008

mendaki


Kita ini sedang mendaki pi..

Memang terasa berat... sulit. Terkadang kita merasa kelelahan...

Tapi suatu saat nanti, ketika kita sudah berada di posisi yang lebih tinggi, kita dapat melihat ke belakang. Menikmati indah nya pemandangan. Menikmati sejuknya udara di ketinggian...

Insya Allah pi.. suatu saat nanti...

Kita hanya perlu bertahan, dan terus berjuang... sampai kita sampai di ketinggian yang kita idam - idamkan..

Monday, June 02, 2008

Cinta Allah

Sebuah untaian do'a terlantun dari seorang teteh tercinta, beliau berdo'a "Semoga Allah mencintai teteh melebihi cinta siapapun di dunia ini"...

Subhanallah.. saya sempat tertegun beberapa saat membaca untaian do'a yang tertulis dimultiply nya. Indah sekali do'a yang terlantun, semoga Allah mencintai kita daripada cinta siapapun di dunia ini.

Pasti kita merasa sangat bahagia, jika kita dilimpahkan cinta dari kedua orang tua kita, saudara - saudara kita. Atau ketika kita dikelilingi cinta dari sahabat - sahabat dekat. Atau ketika kita dimanjakan oleh cinta dari suami/istri kita.

Namun yang lebih membuat kita bahagia, tentulah ketika kita dicinta oleh Allah. Cinta yang perwujudannya aneh tapi menakjubkan. Cinta yang terasa begitu menyentuh dan menguatkan. Cinta yang akan membuat kita merasa cukup. Cinta yang abadi baik di dunia maupun di akhirat.

Tuesday, May 27, 2008

feelings

It's been a long time since I had those feelings. For the last few months, I've been able to manage my feelings. But now.. those feelings are coming again... Those thought begin to cross my mind again..

Sometimes I'm strong, sometimes I'm scared
Sometimes I'm greatfull, sometimes I'm sad
Sometimes I laugh, other times I cry ...
Sometimes I'm tough, other times I think I just can't take it any more ..

Tiang Keluarga

Tulisan ini saya copy dari friendsternya eming. Saya tidak ingat, sudah berapa kali tulisan ini saya baca. Dan setiap membacanya, saya selalu meneteskan air mata. Teringat betapa beratnya tugas dan tanggung jawab seorang istri. Betapa beratnya membangung keluarga yang islami.

Sengaja tulisan ini saya copy di sini, dengan niat untuk berbagi dan semoga memberikan pencerahan bagi yang membacanya.

Ketika menikah, banyak sekali orang yang mendo'akan, "Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, rahmah dan da'wah". Tapi baru setelah saya menikah, saya menyadari bahwa perwujudan do'a itu membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang sangat panjang.

Semoga Allah memberikan hidayah bagi yang menulis tulisan ini, bagi yang memberikan idenya, dan bagi yang membacanya.

----------------------------------------------------------------------------------
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Persoalan kita dalam rumah tangga berbeda dengan persoalan kita ditengah keluarga. Dalam keluarga, kita selalu diberi dan diberi.. Tapi dalam berumah tangga, maka kita yang harus memberi dan memberi.. Ada banyak pesan Rasulullah saw, mengenai wanita yang sholeh,salah satunya adalah wanita tiang negara. Dan itu benar adanya.. Bahwa istri sholehah adalah tiang rumah tangga, tiang keluarga, bahkan tiang negara. Dia yang membuat rumah dalam hati setiap anggota keluarga, rumah bagi setiap anak-anaknya, bahkan tanpa ada dia, tidak akan ada negara yang kuat kokoh dan aman..

Masya Allah.. Rasulullah begitu dalam menjelaskan fungsi dan kedudukan wanita. Bagaimana mungkin kita wanita mengecilkan fungsi itu. Memang suami pemimpin rumah, tapi sesungguhnya dengan kekuatan istri yang sholehah, suami lah yang banyak dipimpin. Dia hanya membuat keputusan, tapi yang menjadi dewan syuranya adalah istri. Jika istri tidak memiliki sesuatu yang bisa diberi, maka suami juga tidak akan menghormati dia, tidak akan meminta pendapat padanya, tidak akan mempercayainya.

Ada seorang teman memiliki suami pemarah. Masya Allah setiap suaminya marah, dia sabar dan tetap terus menasehati dengan kata2 dan sifat yang baik. Dia selalu yakin dia akan bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya. Subhanallah.. bahkan orang tuanya tidak tahu bahwa suaminya begitu pemarah, begitu buruk akhlaknya, Dia tutup2i di depan mertua dan orang tua. Sampai sekian lama, ada ujian terhadap mereka, dan sungguh, akhirnya suaminya sangat menghormatinya, selalu meminta pendapat kepadanya, selalu mempercayainya.. Dia menang dalam menjadi tiang suaminya, maka dia menang menjadi tiang rumah tangganya..

Maka dari itu, rumah tangga itu adalah ibadah.. bukan diberi, tapi memberi, terus2n memberi.. maka Allah juga berikan pahala ratusan kali lipat untuk sholat orang yang sudah menikah, Allah juga berikan pahala untuk semua amalan ibadah ratusan kali lipat dari orang yang blm menikah. Karena rumah tangga itu kita harus terus memberi, dan khususnya perempuan, mereka harus menjadi tiang2.. jangan heran bagaimana seorang anak harus 3 kali lebih menghormati ibunya drpd bapaknya.. karena menjadi ibu itu tidak mudah, krn menjadi ibu itu butuh kekuatan yang mungkin 3 kali dari pada menjadi bapak.

Kita sebagai wanita harus bangun. suami harus diingatkan, dipimpin, dikuatkan, diluruskan, diayomi.. Hasil dari rumah tangga itu adalah hasil kerja bertahun2 merajut semuanya.. kita tidak akan pernah bahagia dalam rumah tangga, kalau kita hanya ingin merasakan hasil, bukan menikmati perjuangannya..untuk membangunnya, untuk menegakkannya.. Seperti dakwah yang kita rasakan bahagia, karena kita yakin pahala dari Allah walaupun mungkin kita belum atau tidak merasakan kejayaan islam sekarang. Dalam rumah tangga kita terus harus berjuang, dan menikmatinya, dan bahagia dengan perjuangan itu, bukan terus2an menjadi orang yang tidak mempunyai fungsi, tidak berdaya, tidak memberi..

Jika dalam keluarga kita, kita merasa nyaman, maka itu adalah hasil kerja keras orangtua kita,sehingga sekarang mungkin kita bisa mengerti bagaimana susahnya agar bisa memberikan hasil yang bisa dinikmati oleh anak2, dinikmati bahkan oleh tetangga.. yang merasakan hasil kerja keras sebuah rumah tangga.. Sekarang saatnya kitalah yang harus membangun itu semua..

Semua masalah rumah tangga itu tidak akan ada artinya ditangan seorang perempuan yang sholehah.. Dia akan selalu mencari jalan keluar, dan insya Allah dia akan selalu mendapatkan jalan keluar. karena Allah sendiri yang sudah menjamin, akan memberikan jalan keluar apalagi dalam masalah rumah tangga.. tapi itu semua tidak dapat diperoleh, kalau kita sendiri bukan orang yang mau berfungsi sebagai tiang penegak dalam rumah tangga.. Jangan kan masalah dengan mertua, masalah yang lebih berat saja insya Allah akan terlalui.

Semoga kita bukan hanya menjadi orang egois yang manja, yang penuntut, yang tidak berprestasi, tidak berfungsi, tidak memberi.. Sesungguhnya segala kekuatan hanya datang dari Allah... Allahu'alam

Wahai Rabb, sungguh kami sangat fakir. Bantu kami tuk membina rumah tangga ini agar bisa menjadi penopang untuk dakwah kami. Amin…

Tuesday, May 06, 2008

uang atau waktu

niat kerja buat cari uang atau cari waktu ??
niat kerja buat dapet uang atau buang waktu luang ??

pertanyaan yang aneh.... gimana jawabnya coba...