Daisypath Anniversary tickers

Wednesday, August 31, 2005

an explanation

"Kenapa ??"

Hampir semua orang berkomentar begitu setelah keputusan besar itu saya ambil. "Bukannya dulu upi udah mutusin untuk mundur ?" Hampir semua bereaksi keheranan. Kenapa akhirnya saya memutuskan untuk melangkah ke jalan yang dulu pernah saya putuskan untuk tidak dijalani. Walalhu'alam. Mungkin seharusnya tidak perlu bertanya kenapa. Karena saya sendiri tidak punya penjelasan yang bisa memuaskan semua orang.

Tidak ada orang yang tau apa yang akan dia hadapi di kehidupannya nanti. Tidak ada orang yang tau kemana Allah menggiring langkah - langkah nya. Kita hanya bisa berusaha, berikhtiar, dan berdo'a. Yang jelas keputusan ini diambil sudah dengan proses pemikiran yang cukup matang menurut saya. Dan tidak sekedar luapan emosi semata. Memang banyak yang harus dikorbankan, dan jalan menuju tercapainya apa yang diharapkan pun sudah pasti tidak akan semulus yang dibayangkan.

Tapi rasanya saya tidak akan bisa mema'afkan diri sendiri jika ikhtiar itu tidak disempurnakan. Saya tidak akan pernah tahu apakah saya sebenarnya mampu atau tidak, apakah sebenarnya Allah membukakan jalan menuju ke sana atau tidak, kecuali saya sudah mencoba. Jika memang yang Allah takdirkan lain, yah setidaknya saya sudah mencoba.

Sekarang pun rasanya kaki saya sudah mulai merasakan kerikil - kerikil yang tersebar di atas jalan menuju sesuatu yang saya usahakan. Tapi bukankah disitu letak kenikmatannya ? Kalau segala sesuatu nya mudah, bagaimana kita bisa merasakan kebahagian ketika datang pertolongan Allah?

Fa idzaa 'azzamta fa tawakkal 'alallahi

Tidak ada yang bisa merasakan manisnya buah kesabaran, sampai ia benar - benar yakin dan teguh di atas gapura kesabaran yang dibangunnya.
~ Semoga Allah meneguhkan kesabaran ini dan meringankan langkah - langkah kaki ini~

Thursday, August 18, 2005

smile

there must be a reason to smile ....
Walaupun kadang terasa sangat sulit untuk tersenyum ketika kita berada dalam kondisi yang sempit dan menyesakkan, tapi sebenarnya jika kita renungkan, masih ada banyak hal yang patut kita syukuri dan dapat membuat kita tersenyum.

Semoga Allah selalu memudahkan saya dalam menemukan alasan untuk tersenyum.

Tuesday, August 16, 2005

mohon do'anya

"Hidup ini adalah rangkaian dari keputusan". Sebuah nasihat yang akan selalu melekat dalam ingatan saya. Bahwa hidup adalah rangkaian dari keputusan - keputusan baik kecil maupun besar yang kita ambil dari semenjak kita diberkahi Allah akal sampai akhirnya Allah menakdirkan kita berpisah dari kehidupan itu sendiri.
Dan sekarang saya berada dalam persimpangan dimana saya harus mengambil keputusan. Keputusan besar yang jika Allah memperkenankannya maka hal itu akan merubah kehidupan saya selanjutnya. Keputusan yang membutuhkan pengorbanan besar untuk mewujudkannya. Keputusan yang tidak hanya akan berpengaruh untuk saya tapi juga mempengaruhi orang - orang terdekat di sekeliling saya.
Mohon do'a nya ...
Agar saya diberi keberanian untuk mengambil langkah besar ini. Agar Allah memudahkan urusan ini jika memang ini yang terbaik untuk saya. Agar Allah memberkahi keputusan ini jika langkah ini memang baik untuk saya, untuk agama saya serta untuk kehidupan saya saat ini dan yang akan datang.
Dukungan penuh dari orang - orang yang saya sayangi tentu akan membuat kaki ini terasa lebih ringan untuk melangkah. Teringat untaian nasihat dari salah seorang teman, "setiap hal yang kita putuskan untuk kita jalani, butuh helaan nafas tersendiri untuk menjalaninya. sampai benar - benar terwujud atau terkubur bersama kelemahan kita".
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk dengan pengetahuan - Mu, aku memohon agar diberi kekuatan dengan kekuatan Mu. Aku memohon kemurahan yang sangat luas, karena Engkau berkuasa dan aku tidak. Engkau maha mengetahui dan aku tidak, dan Engkau maha mengetahui semua hal yang ghaib. Jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, bagi kehidupan ku saat ini dan masa depan ku, maka mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah ia bagiku. Sedang jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku, bagi agamaku, bagi kehidupan ku saat ini dan masa depan ku, maka jauhkan lah ia dari ku, dan jauhkanlah aku dari nya. Berilah kebaikan untukku dimana pun adanya. Dan jadikanlah aku orang yang ridha dengan pemberian Mu itu.
~ Jangan melangkah di jalan keputusasaan, di dunia ini terhampar berjuta harapan. Dan jangan melangkah menuju kegelapan, di alam ini terdapat banyak cahaya ~
catatan :
eeiiiiiiiiiitt ... ini bukan soal nikah loh :D

Sunday, August 14, 2005

Jiwa - Jiwa Yg Berkelana Dalam Duka

Wahai jiwa yang berkelana dalam duka cita, bergeraklah menuju suatu aksi tanpa ragu. Karena dibalik cakrawala, bersemayam jalan keluar untuk semua kesulitan - kesulitan mu.

~ Dikutip dari : La Tahzan ~

Raut muka semua orang yang berada di forum itu mendadak berubah. Baru saja beberapa menit yang lalu, forum itu selesai membahas semua persiapan - persiapan yang sudah dilakukan untuk menyelenggarakan sebuah agenda da'wah di keesokan harinya. Tiba - tiba datang pemberitahuan, semua dibatalkan. Acara yang seharusnya diselenggarakan keesokan harinya, sore itu juga harus dibatalkan. Semua persiapan yang telah dilakukan seperti pengisi acara, pembicara, tempat yang sudah dibooking beberapa hari sebelumnya dan juga undangan yang sudah disebarkan, semua dibatalkan. Tidak cukup sampai di situ, ternyata tidak turunnya perizinan dari pihak birokrasi pun membuat semua perencanaan - perencanaan agenda da'wah untuk 6 bulan ke depan harus dibatalkan.

Untuk beberapa menit, tidak ada satupun orang yang bersuara dalam forum itu. Masing - masing berusaha dengan keras untuk mengontrol emosi, mencerna dan berusaha berpikir jernih setelah mendengar berita yang sangat mengejutkan itu. Berita itu tidak saja membuat semua energi, waktu dan materi yang telah dikorbankan selama ini menjadi sia - sia, tapi juga merupakan sebuah kemunduran besar bagi da'wah di lembaga itu.

Sunatullah da'wah adalah adanya rintangan dan hambatan. Sunatullah da'wah adalah jalan yang tidak mulus dan banyak pihak yang tidak menyukai orang - orang yang berusaha menapaik jalannya. Sunatullah da'wah adalah adanya kesulitan dan kesempitan. Tapi selain itu, sunatullah da'wah adalah turunnya pertolongan Allah bagi orang - orang yang berjuang di sana. Sunatullah da'wah adalah janji Allah bagi orang - orang yang berkorban di jalannya. Dan sunatullah da'wah adalah tegaknya kalimatullah. Karena kemenangan adalah suatu hal yang pasti, semua hanya masalah waktu. Dan yang menjadi pertanyaan adalah akankah kita menjadi bagian dari orang - orang yang menyongsong kemenangan itu ? Ataukah kita akan berhenti di tengah perjalanan, dan menyerah pada kelemahan diri yang dihadapkan pada kekuatan tirani ?

Dan forum sore itu pun ditutup dengan untaian tausiyah yang begitu menyejukan hati. Tausiyah yang mengingatkan setiap kita bahwa ketika kita menghadapi rintangan dalam berda'wah maka seharusnya kita berbangga hati karena itu menunjukan bahwa kita berada di atas jalannya para nabi. Tausiyah yang kembali menumbuhkan optimisme kita bahwa pertolongan Allah itu sangatlah dekat. Pasti ada jalan keluar untuk semua kesulitan yang kita hadapi. Tausiyah yang membuat setiap kita meninggalkan forum dengan wajah yang kembali tersenyum setelah sebelumnya berjanji bahwa kita akan bertemu lagi di forum ini untuk kembali merancang strategi - strategi demi tegaknya panji - panji da'wah.


Dan dalam letih pun mereka tersenyum, karena apa yang ditunaikan hari ini menjadi jaminan bermaknanya usia dan berartinya hidup.

~ Dikutip dari : La Tahzan ~

Tuesday, August 02, 2005

Pengumuman

Mohon ma'af karena sudah sekian lama blog nya ngga di up date. Sebenarnya klise, tapi sekarang hampir ngga ada waktu untuk duduk sebentar dan menuliskan sesuatu di blog ini. Rasanya udah beberapa minggu ini tenggelam diantara tumpukan file - file kerjaan di kantor.

Jangankan nulis blog, kadang makan siang aja ngga sempet. Dan begitu pulang, yang ada tinggal sisa - sisa tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan lain selain kerjaan kantor. Subhanallah, emang akhir - akhir ini extremely exhausted. Kangen sih pingin nulis di blog. Tapi kalo nulis nya ngga dalam kondisi yang lapang, tenang, dan damai, idenya suka ngga keluar :D (ma'lum amatiran).

Monday, July 18, 2005

I Lost My Ring

Mohon ma'af yang sebesar - besar nya, postingan ini edisi curhat abisss ... :D

-------------------------------------------------------------------------------

I lost my ring this morning ...
My favorit ring :(
Tadi pagi sebelum berangkat kerja seperti biasa saya selalu memeriksa perlengkapan sebelum pergi. Mulai dari dompet, kacamata, hp, Qur'an, trus pindah ke tangan, manset, jam tangan dan .... cincin. Ternyata cincin nya tidak ada saudara - saudara !!!

Saya lupa dimana terakhir kali saya simpan cincin itu. Memang kebiasaan kalau udah sampe rumah, semua perlengkapan dilepas, termasuk jam tangan dan cincin. Dan nanti sebelum pergi baru dipake lagi. Tapi biasanya cincin itu ngga jauh dari meja atau kotak kecil tempat saya biasa menyimpannya. Jam tangan nya ada ko cincin nya ga ada yah :-?

Mungkin memang cincin itu makna nya tidak sebanding layaknya sebuah cincin pernikahan. Cincin itu cuma cincin biasa, malah banyak temen - temen yang protes karena cincin itu berbentuk micky mouse yang lagi nyengir. Mungkin childish sekali kalo hari gini masih pake cincin micky. Tapi ga tau kenapa, saya suka. Dan cincin itu sudah melingkar di jari saya selama bertahun - tahun. Bahkan meninggalkan bekas permukaan kulit yang lebih putih melingkar di jari tengah sebelah kanan. Jadi aneh rasanya kalo cincin itu tiba - tiba ga ada.

Sangking kepikiran nya sama itu cincin, saya pasang pengumuman di status YM saya pagi ini yang bunyinya " I Lost My Ring :( ". Tapi, subhanallah, tidak berapa lama setelah pengumuman itu dipasang, tiba - tiba tring ... sebuah window YM terpampang di layar komputer saya. Dan untaian tausiyah yang sangat menyejukan turut hadir bersamanya. "Sabar ya teh. Memang tidak ada yang abadi. Mungkin itu peringatan dari Allah, biar teteh ngga terlalu sayang sama si micky."

Subhanallah ..
Jadi teringatkan kembali. Bahwa memang tidak ada yang abadi. Jangankan sebuah cincin, bahkan jasad kita pun bukan milik kita selamanya. Pasti akan datang masa perpisahan itu. Astaghfirullah. Ngapain ngurusin hilangnya cincin kalau pada akhirnya semua yang ada pada diri kita, termasuk orang - orang yang kita sayangi akan turut hilang suatu saat nanti.


Jazakillah khair ukhty :) Ana uhibuki fillah .. Insya Allah

barokallah ...

Satu hal yang paling saya takutkan dari melihat teman - teman saya ditakdirkan Allah untuk menikah lebih dahulu dari saya adalah ... perasaan kehilangan. Hampir semua orang sependapat bahwa pernikahan membuat seorang perempuan tersita perhatian dan energinya untuk menangani masalah domestik sehingga ruang gerak sosialnya tidak lagi seluas sebelum dia menikah. Dan mungkin itu pula yang terjadi dengan orang - orang terdekat di sekeliling saya. Energi, perhatian, dan tentu saja kasih sayang yang biasa saya dapatkan dari mereka mau tidak mau akan berkurang ketika mereka menikah.
Apalagi hampir semua teman dekat saya termasuk kategori pengantin baru. Karena belum ada yang usia pernikahannya lebih dari dua tahun. Sehingga wajar jika kemudian semua cerita - cerita yang saya dengar dari mereka tidak jauh dari seputar pernikahan, atau kesibukan - kesibukan yang saya liat dari aktivitas mereka tidak jauh dari mengurus suami dan anak. Karena memang urusan itu yang saat ini benar - benar mendominasi alam pikiran mereka.
Sekarang mungkin akan sedikit sulit untuk menemukan moment yang tepat untuk berbagi semua masalah dan keluh kesah saya seperti dulu. Atau bahkan sekedar meluangkan waktu untuk sekedar makan siang bersama. Dan saya pun tidak lagi menjadi satu - satunya tempat mereka mempercayakan masalahnya, peran saya sebagai pendengar untuk semua lintasan pikiran mereka pun berkurang. Karena segala sesuatu nya tidak lagi seperti dulu.
Tentu saja semua ini tidak mengurangi rasa syukur saya karena Allah telah memilihkan pria - pria terbaik untuk mereka. Dan tidak mengurangi kebahagiaan saya melihat binar - binar mata penuh suka cita dan semangat para istri dan ibu "dadakan" ini. Saya hanya perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri. Bahwa segala sesuatunya tidak akan pernah seperti dulu. Bahwa saya tidak lagi berhak menuntut perhatian dan kasih sayang dari mereka sebanyak yang pernah mereka berikan dulu. Karena sekarang ada yang lebih berhak atas perhatian dan kasih sayang itu. Saya hanya berharap Allah menghibur saya dengan tetap mengumpulkan saya dengan dengan orang - orang yang mencintai-Nya, siapapun itu. Layaknya Umar bin Khattab yang berkata "Nikmat terbesar setelah nikmat keimanan adalah saudara - saudara yang shalih."
Teriring do'a untuk semua sahabat yang baru saja dan akan menggenapkan separuh dien - Nya. Barokallahulaka wa baroka 'alaika wa jama'a baina kuma fi khair. Semoga dengan genap nya separuh dien ini, akan genap pula yang separuhnya yang lain dengan ketakwaan kepada Allah.