Daisypath Anniversary tickers

Thursday, February 01, 2007

does beauty really matters?

”Kalau bisa cantik dan sholehah, kenapa ngga? Kenapa harus milih?”

”Trus kalau dua kriteria itu ga sejalan gimana? Kalau ada yang cantik tapi keimanannya biasa-biasa aja, dan ada yang lebih sholehah tapi kecantikannya sama seperti orang pada umumnya gimana?”
"Yah pilih yang cantik aja kali .. he..he.."

Percakapan siang tadi masih terngiang di kepala perempuan itu.

Does beauty really matters? Memang, godaan terbesar untuk seorang laki – laki diantaranya adalah wanita, tapi apa kecantikan itu begitu pentingnya untuk seorang laki-laki?

Bukankah ketika dua individu hidup bersama, kecantikan bukan lagi satu faktor yang utama? Bukankah sesuatu yang istimewa akan menjadi biasa jika kita menemuinya setiap hari? Termasuk kecantikan seseorang. Akhlaq, sikap, pola berpikir dan karakter akan lebih terlihat ketika bertemu setiap hari selama hampir 24 jam. Kecantikan yang luar biasa pun pada akhirnya tidak berarti jika tidak diimbangi dengan akhlaq yang baik.

Tapi tetap saja, banyak laki-laki, bahkan laki-laki dengan pemahaman keislaman di atas rata-rata pun, seringkali menempatkan kriteria cantik sebagai sesatu yang utama dalam mengukur keunggulan seorang wanita. Kembali terpikir oleh wanita itu, does beauty really matters?

”Aa, neng cantik ga sih?”

Entah darimana, pertanyaan itu tiba-tiba terlontar begitu saja dari mulut perempuan itu. Suaminya terdiam untuk beberapa saat.

”Neng, do I have to answer that question? Neng kan istri Aa. Buat Aa, neng perempuan yang paling cantik. ”

”Yah kalo gitu, jawab yang objektif dong A. Jadi jawab pertanyaan itu dengan jawaban orang biasa. Laki – laki biasa. Bukan jawaban suami untuk istrinya. Dulu waktu sebelum nikah, menurut Aa, neng cantik ga ?”

”Aa ga inget sayang. Baik dulu maupun sekarang, cantik ato ngga buat Aa ga terlalu penting. Dulu sebelom nikah, Aa ga mikirin, calon istri Aa teh cantik ato ngga. Jadi Aa ga sempet merhatiin, neng cantik ato ngga yah. Lagian kan sibuk Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah-red) ..he.. he..”

”Sekarang pas udah nikah, itu tetep ga penting juga. Aa sayang sama neng, neng istri Aa, jadi gimana pun juga buat Aa, neng itu tetep yang paling cantik. Asal ga lusuh-lusuh amat, trus celana yang lutut nya udah bolong tea jangan dipake lagi .. he..he.. itu juga udah cukup. Ayang udah keliatan cantik buat Aa.”

Sekelumit syukur menyelinap di hati wanita itu. Sambil mengencangkan lingkaran tangan di pinggang suaminya, hati nya berbisik, ”Alhmadulillah Ya Allah, Kau telah anugrahkan lelaki terbaik untuk ku. Semoga Engkau memelihara kami dalam kebaikan, menyatukan hati – hati kami dalam keta’atan dan kecintaan kepada-Mu. Dan mempertemukan kami kelak di surga-Mu..”

0 comments: