Daisypath Anniversary tickers

Thursday, May 12, 2005

bosan

Ibu saya memiliki satu kebiasaan yang seringkali membuat beliau berbeda pendapat dengan kami, anak – anaknya, yaitu kebiasaan beliau berada di luar rumah. Entah itu sekedar mengobrol dengan ibu – ibu di warung sampai berjam – jam, atau main ke rumah saudara – saudara, atau berkunjung ke rumah teman – temannya. Dan aneh nya, nenek saya, walaupun tidak separah ibu saya, juga memiliki kebiasaan yang hampir sama. Yaitu melakukan road show setiap minggu dari satu arisan ke arisan berikutnya. Mulai dari arisan keluarga, arisan RT, arisan kelurahan, dan sejenisnya. Dan alasan mereka sama, karena bosan berada di rumah.

Melihat kondisi ini membuat saya tertarik untuk mengamati fenomena kebosanan yang rentan sekali dialami oleh para ibu, terutama ibu – ibu yang berprofesi sebagai “full time mom”. Mereka relatif mudah dihinggapi rasa jenuh dan bosan terutama karena mereka seringkali terjebak dalam rutinitas aktivitas domestik. Mulai dari bangun pagi, menyiapkan sarapan, menyiapkan perlengkapan anak – anak yang mau berangkat sekolah atau suami yang mau berangkat bekerja, kemudian menjelang siang, membereskan rumah, pergi ke pasar, menyiapkan makan siang, mencuci, menyetrika, dan menjelang malam menyiapkan makan malam, tidur dan bangun keesokan paginya untuk kembali menjalani rutinitas yang hampir sama. Dan untuk “melarikan diri” dari jebakan rutinitas ini memang biasanya para ibu memilih untuk keluar rumah, terlepas dari apakah aktivitas di luar rumah itu bermanfaat atau tidak, yang penting mereka menemukan suasana baru.

Padahal sebenarnya ada sebuah aktivitas yang dapat dilakukan oleh para ibu baik di luar rumah maupun di dalam rumah, dan aktivitas ini akan mendatangkan pendapatan yang luar biasa.

Berda’wah dengan bayaran Surga dari Allah …..

0 comments: